ABSTRAK Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Nur Safah Ramadinaiah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped
Storage (UCPS) sebagai Proyek Strategis Nasional memicu transformasi ruang dan
sosial melalui program resettlement yang diatur dalam dokumen Land Acquisition
and Resettlement Action Plan (LARAP) oleh PT PLN. Meski dirancang sebagai
langkah untuk mengurangi dampak negatif akibat pengadaan lahan, implementasi
program tersebut tetap menimbulkan perubahan terhadap sistem penghidupan
masyarakat terdampak. Perubahan tersebut menuntut kemampuan adaptasi
masyarakat dalam mempertahankan dan membangun kembali sistem
penghidupannya, yang dalam penelitian ini dipahami melalui konsep livelihood
resilience. Namun, kemampuan adaptasi tersebut tidak bersifat netral, melainkan
dipengaruhi oleh dinamika gender yang membentuk perbedaan akses terhadap
sumber daya, peluang, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis livelihood resilience berbasis gender pada masyarakat terdampak
program resettlement pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage
menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi
lapangan, dan studi dokumen yang dianalisis dengan teknik pengkodean dan
deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan dengan mengacu pada kerangka livelihood
resilience milik Speranza yang mencakup dimensi buffer capacity, selforganization capacity, dan learning capacity untuk melihat kemampuan adaptasi
masyarakat pasca-resettlement melalui kacamata gender. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengalaman antara perempuan dan lakilaki dalam melanjutkan penghidupan setelah terdampak program resettlement.
Perempuan cenderung mengalami peningkatan beban domestik serta keterbatasan
akses terhadap peluang ekonomi, sementara laki-laki memiliki mobilitas dan akses
yang lebih besar terhadap kesempatan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa livelihood resilience masyarakat pasca-resettlement sangat dipengaruhi oleh
dinamika gender. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan resettlement yang lebih
responsif gender guna memastikan akses yang lebih adil, mengurangi kerentanan,
serta meningkatkan ketahanan penghidupan masyarakat terdampak.
Perpustakaan Digital ITB