digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Lapangan Geotermal Ulumbu memiliki potensi sekitar 40 MWe namun baru termanfaatkan ±25%, sehingga masih terdapat peluang eksplorasi lebih lanjut dengan zona permeabel sebagai target utama. Analisis standar deviasi laju deformasi vertikal berbasis InSAR merupakan pendekatan yang relevan pada tahap eksplorasi, karena perubahan deformasi dapat mencerminkan aktivitas rekahan dan dinamika tekanan fluida. Vegetasi padat serta topografi kompleks di Ulumbu menimbulkan temporal decorrelation, namun kombinasi teknik Quasi PS InSAR dan integrasi data geosains tetap mampu mengekstraksi informasi deformasi yang diperlukan untuk mempersempit penelusuran zona permeabel . Dataset penelitian terdiri atas 40 citra Sentinel 1A orbit ascending dan 40 descending. Pemrosesan Quasi PS InSAR meliputi seleksi kandidat persistent scatterer (PS) berbasis stabilitas amplitudo dan koherensi temporal, disertai dekomposisi laju deformasi line of sight (LOS) menjadi komponen vertikal dan horizontal. Hasil deformasi vertikal kemudian diintegrasikan dengan peta Fault Fracture Density (FFD), NDVI, struktur geologi, seismisitas mikro, serta rasio Na/Ca untuk memperkuat interpretasi zona permeabel sebagai jalur fluida geotermal mengalir. Hasil menunjukkan bahwa Quasi PS InSAR efektif pada kondisi koherensi parsial, menghasilkan distribusi PS yang memadai dengan hasil pemodelan presisi dengan standar deviasi <2 mm. Integrasi data mengidentifikasi Lungar sebagai zona permeabel utama, ditandai oleh standar deviasi deformasi vertikal ±11,5 mm/tahun, nilai FFD >670 m/km², serta karakter upflow yang selaras dengan trajektori sumur ULB E1 yang menjadi rekomendasi kajian sebelumnya. Pada Wewo, hasil penelitian juga mengarah ke zona permeabilitas sesuai trajektori sumur ULB 02 yang telah terbukti mendukung produksi PLTP. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Quasi PS InSAR dan data geosains efektif memperkecil radius penelusuran zona prospek geotermal di Ulumbu.