Lapangan Geotermal Ulumbu memiliki potensi sekitar 40 MWe namun baru
termanfaatkan ±25%, sehingga masih terdapat peluang eksplorasi lebih lanjut
dengan zona permeabel sebagai target utama. Analisis standar deviasi laju
deformasi vertikal berbasis InSAR merupakan pendekatan yang relevan pada
tahap eksplorasi, karena perubahan deformasi dapat mencerminkan aktivitas
rekahan dan dinamika tekanan fluida. Vegetasi padat serta topografi kompleks di
Ulumbu menimbulkan temporal decorrelation, namun kombinasi teknik Quasi PS
InSAR dan integrasi data geosains tetap mampu mengekstraksi informasi
deformasi yang diperlukan untuk mempersempit penelusuran zona permeabel .
Dataset penelitian terdiri atas 40 citra Sentinel 1A orbit ascending dan 40
descending. Pemrosesan Quasi PS InSAR meliputi seleksi kandidat persistent
scatterer (PS) berbasis stabilitas amplitudo dan koherensi temporal, disertai
dekomposisi laju deformasi line of sight (LOS) menjadi komponen vertikal dan
horizontal. Hasil deformasi vertikal kemudian diintegrasikan dengan peta Fault
Fracture Density (FFD), NDVI, struktur geologi, seismisitas mikro, serta rasio
Na/Ca untuk memperkuat interpretasi zona permeabel sebagai jalur fluida
geotermal mengalir.
Hasil menunjukkan bahwa Quasi PS InSAR efektif pada kondisi koherensi parsial,
menghasilkan distribusi PS yang memadai dengan hasil pemodelan presisi dengan
standar deviasi <2 mm. Integrasi data mengidentifikasi Lungar sebagai zona
permeabel utama, ditandai oleh standar deviasi deformasi vertikal
±11,5 mm/tahun, nilai FFD >670 m/km², serta karakter upflow yang selaras
dengan trajektori sumur ULB E1 yang menjadi rekomendasi kajian sebelumnya.
Pada Wewo, hasil penelitian juga mengarah ke zona permeabilitas sesuai trajektori
sumur ULB 02 yang telah terbukti mendukung produksi PLTP.
Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Quasi PS InSAR dan data geosains
efektif memperkecil radius penelusuran zona prospek geotermal di Ulumbu.
Perpustakaan Digital ITB