digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER - Agatha Lalisyha Turnip
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Agatha Lalisyha Turnip
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Agatha Lalisyha Turnip
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Agatha Lalisyha Turnip
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Agatha Lalisyha Turnip
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Agatha Lalisyha Turnip
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Agatha Lalisyha Turnip
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Infrastruktur perpipaan pada industri minyak dan gas yang beroperasi di lingkungan laut dalam rentan terhadap degradasi akibat paparan gas CO2 dan elektrolit agresif. Sistem Mechanically Lined Pipe (MLP) yang memadukan baja API 5L X65QS dengan liner UNS N08825 dan weld overlay ERNiCrMo-3/UNS N06625 digunakan sebagai solusi perlindungan, namun integrasi ketiganya menciptakan kompleksitas metalurgi pada zona antarmuka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai laju korosi dan mengidentifikasi mode kerusakan pada material API 5L X65QS, UNS N08825, dan UNS N06625 di dalam lingkungan larutan tersimulasi (NaCl 5%, Na2SO4 0,4%, dan CH3COOH 0,5%) yang disaturasi gas CO2 pada temperatur 60?????. Verifikasi komposisi dan observasi struktur mikro awal dilakukan menggunakan Optical Emission Spectroscopy (OES) dan metalografi. Evaluasi kinetika korosi diukur menggunakan dua pendekatan, yakni metode elektrokimia (Open Circuit Potential dan ekstrapolasi Tafel) untuk kondisi instan, serta metode gravimetri (uji imersi) untuk paparan jangka panjang. Karakterisasi pasca-pengujian dilakukan secara komprehensif menggunakan mikroskop optik dan stereo mikroskop untuk mengamati morfologi kerusakan, X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi fasa kristalin pada kerak korosi, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk mendeteksi gugus fungsi spesi terlarut di dalam larutan sisa imersi. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan perilaku material antara paparan instan dan jangka panjang. Pada pengujian imersi, liner UNS N08825 menunjukkan ketahanan paling superior dengan laju korosi terendah (0,005 mm/tahun) dan mampu mempertahankan kepasifan permukaannya secara sempurna. Sebaliknya, weld overlay UNS N06625 dalam kondisi as-machined mengalami anomali peningkatan disolusi (0,337 mm/tahun) yang ditandai dengan serangan korosi sumuran (pitting) parah. Kerusakan ini dipicu oleh segregasi fasa Laves serta fenomena presipitasi katodik, ion besi dari baja mengendap pada permukaan UNS N06625. Baja API 5L X65QS mengalami korosi merata tertinggi (1,577 mm/tahun) dengan pembentukan produk korosi multikomponen berupa FeCO3, FeOOH, dan Fe3O4. Keseluruhan data menyimpulkan bahwa stabilitas struktur mikro dan kondisi pasivasi permukaan merupakan parameter paling fundamental yang mengendalikan mekanisme degradasi material pada lingkungan sweet-acid.