Restorasi sungai bertujuan memperbaiki kualitas air dan fungsi ekosistem pada daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami tekanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas fisika-kimia air, karakteristik sedimen, struktur komunitas makrozoobentos, keterkaitannya dengan kondisi lingkungan, serta mengevaluasi kondisi ekologis DAS Citarum Hulu selama periode implementasi restorasi sungai. Penelitian dilakukan pada lima stasiun di DAS Citarum Hulu. Parameter kualitas air dan sedimen dianalisis secara laboratoris, struktur komunitas makrozoobentos dievaluasi menggunakan indeks ekologi, hubungan antara faktor lingkungan dan komunitas makrozoobentos dianalisis menggunakan Canonical Correspondence Analysis (CCA), sedangkan kondisi ekologis dievaluasi menggunakan pendekatan multiple lines of evidence (LOEs) yang mengintegrasikan data penelitian tahun 2025, monitoring historis kualitas air, penelitian makrozoobentos terdahulu, dan informasi program restorasi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kualitas lingkungan dari hulu ke hilir yang ditandai oleh penurunan DO serta peningkatan COD, TSS, nutrien, dan dominasi sedimen halus pada beberapa segmen hilir. Struktur komunitas makrozoobentos mengalami penurunan keanekaragaman disertai pergeseran komposisi dari taksa sensitif menuju taksa toleran terhadap pencemaran. Analisis CCA menunjukkan bahwa distribusi komunitas makrozoobentos berkaitan dengan gradien kualitas habitat yang merupakan kombinasi kualitas air dan karakteristik sedimen. Evaluasi menggunakan pendekatan multiple lines of evidence (LOEs) menunjukkan bahwa Cikoleberes dan Wangisagara memiliki kondisi ekologis yang relatif baik, Koyod merepresentasikan zona transisi, sedangkan Andir dan Nanjung masih mengalami tekanan lingkungan yang tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemulihan kondisi ekologis DAS Citarum Hulu belum berlangsung secara merata sehingga evaluasi restorasi sungai perlu dilakukan melalui integrasi kualitas air, karakteristik sedimen, dan bioindikator makrozoobentos.
Perpustakaan Digital ITB