Studi ini menganalisis konsentrasi PM?.? di dalam ruang pada dua sekolah dasar di Jakarta Timur
dengan strategi ventilasi yang berbeda, yaitu ventilasi alami dan ventilasi mekanis. Pengukuran
PM?.?, suhu, kelembapan, tingkat hunian, dan rasio bukaan ventilasi dilakukan secara kontinu
untuk mengkarakterisasi pola konsentrasi serta mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang
memengaruhinya. Ruang kelas dengan ventilasi alami di Sekolah A menunjukkan konsentrasi
PM?.? yang lebih tinggi dan lebih bervariasi, dengan nilai rerata per jam umumnya berkisar
antara 30–50 µg/m³ serta puncak yang jelas pada pagi dan tengah hari selama jam sekolah.
Konsentrasi pada koridor semi-terbuka menunjukkan pola temporal yang serupa, yang
mengindikasikan pengaruh kuat dari sumber luar ruang. Sebaliknya, ruang kelas dengan ventilasi
mekanis di Sekolah B mempertahankan konsentrasi PM?.? yang lebih rendah dan lebih stabil,
umumnya berada pada kisaran 12–24 µg/m³ sepanjang hari. Analisis korelasi Spearman dan
regresi linear berganda menunjukkan adanya perbedaan faktor pengendali PM?.? pada masingmasing rezim ventilasi. Di Sekolah A, konsentrasi PM?.? terutama dipengaruhi oleh rasio bukaan
ventilasi dan kedekatan dengan sumber emisi luar ruang, sedangkan di Sekolah B, rasio hunian
muncul sebagai prediktor utama. Rasio dalam–luar (I/O) di Sekolah A lebih tinggi dan lebih
bervariasi dibandingkan Sekolah B, yang menunjukkan infiltrasi PM?.? dari luar ruang yang lebih
besar pada kondisi ventilasi alami. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi ventilasi sangat
memengaruhi paparan PM?.? di dalam ruang pada sekolah dasar di kawasan perkotaan.
Perpustakaan Digital ITB