digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Saluran transmisi udara 150 kV di Kalimantan Tengah memiliki risiko gangguan petir yang tinggi, terutama pada konfigurasi tower quadruple circuit karena beberapa sirkuit berada pada satu struktur tower yang sama sehingga tegangan lebih akibat petir dapat memengaruhi beberapa rangkaian isolator. Penelitian ini menganalisis skema konfigurasi pemasangan Transmission Line Arrester (TLA) pada SUTT 150 kV quadruple circuit berdasarkan tegangan isolator dan energi arrester menggunakan ATPDraw. Pemodelan dilakukan dengan tower model multi-story, sumber arus petir fungsi Heidler, saluran transmisi model J-Marti, isolator sebagai saklar kendali tegangan berdasarkan Basic Insulation Level (BIL), TLA model Pinceti–Giannettoni, dan pentanahan tower sebagai resistansi linear. Simulasi dilakukan terhadap tujuh skema pemasangan TLA, mulai dari kondisi tanpa TLA hingga pemasangan TLA pada seluruh sirkuit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi tanpa TLA menyebabkan seluruh isolator berpotensi mengalami flashover karena tegangan puncak melebihi BIL 1105 kV. Pemasangan TLA mampu menurunkan tegangan lebih dan mencegah flashover pada beberapa skema. Skema 2 merupakan konfigurasi terbaik berdasarkan Cost-Effectiveness Index dengan nilai CEI terkecil sebesar 3,109.