digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Manda Wiraatmaja
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Manda Wiraatmaja
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Manda Wiraatmaja
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Manda Wiraatmaja
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Manda Wiraatmaja
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Manda Wiraatmaja
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Pengolahan bijih nikel laterit melalui proses High Pressure Acid Leach (HPAL) menghasilkan tailing dalam jumlah besar yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Penelitian ini mengevaluasi potensi pemanfaatan tailing HPAL sebagai sumber daya besi sekunder dalam kerangka circular mining. Evaluasi dilakukan melalui scoping-level assessment dengan membandingkan skenario pemanfaatan tailing HPAL dan bijih besi primer berdasarkan 1 ton Fe terkandung dalam produk konsentrat besi. Metode penelitian meliputi analisis neraca massa, estimasi cash cost, screening life cycle assessment, analisis sensitivitas, dan penilaian tata kelola lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa base case menghasilkan konsentrat berkadar Fe 55,27% dan S 0,81%. Untuk menghasilkan 1,81 ton konsentrat yang mengandung 1 ton Fe, diperlukan 4,51 ton tailing HPAL dan dihasilkan 2,70 ton residu akhir. Cash cost pada base case pemanfaatan tailing HPAL sebesar 100 USD/t Fe, lebih rendah dibandingkan skenario bijih besi primer sebesar 108,53 USD/t Fe. Skenario ini juga berpotensi mengurangi material movement sebesar 75% melalui konsep avoided mining. Secara keseluruhan, base case pemanfaatan tailing HPAL dinilai layak secara bersyarat, dengan kebutuhan validasi teknis, pengendalian sulfur, optimasi reagen, dan pengelolaan residu akhir.