Pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) semakin berkembang sebagai solusi alternatif yang berpotensi mendukung keberlanjutan dalam dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Keberlanjutan ekonomi pada budidaya maggot BSF skala kecil dan menengah mendapati masalah biaya operasional yang meningkat, keuntungan yang semakin menurun, dan keterbatasan pasar. Budidaya maggot BSF yang terintegrasi dengan permakultur dan eduwisata menjadi salah satu solusi yang dirumuskan untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan sistem budidaya maggot BSF yang terintegrasi dengan permakultur dan eduwisata, serta menyusun rancangan model bisnis berkelanjutan berdasarkan hasil penilaian tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA) yang mencakup Life Cycle Assessment (LCA) untuk dimensi lingkungan, Social Life Cycle Assessment (S-LCA) untuk dimensi sosial, dan Life Cycle Costing (LCC) untuk dimensi ekonomi. Analisis dilakukan dengan pendekatan sistem terintegrasi yang mencakup unit proses budidaya BSF, kebun, budidaya lele, dan aktivitas eduwisata agrikultur. Hasil analisis keberlanjutan selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC) untuk merancang model bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya BSF terintegrasi memiliki kinerja keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan dengan sistem budidaya BSF terspesialisasi pada ketiga dimensi keberlanjutan. Pada dimensi lingkungan, integrasi sistem menerapkan pemanfaatan aliran material secara sirkular yang menurunkan potensi dampak lingkungan melalui substitusi input konvensional dan pengurangan limbah. Pada dimensi sosial, keberadaan aktivitas permakultur dan eduwisata berkontribusi terhadap peningkatan kinerja sosial, terutama melalui aspek edukasi, keterlibatan masyarakat lokal, dan persepsi positif masyarakat terhadap aktivitas budidaya BSF. Pada dimensi ekonomi, integrasi multiproduk meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan dan efisiensi biaya operasional sepanjang siklus hidup sistem. Tahapan proses yang teridentifikasi tersebut menjadi titik kritis yang berpotensi dioptimalkan untuk peningkatan kinerja sistem secara keseluruhan melalui rancangan model bisnis berkelanjutan. Rancangan model bisnis berkelanjutan yang dihasilkan menunjukkan bahwa integrasi budidaya BSF dengan permakultur, berupa kolam lele dan kebun pangan, dan eduwisata agrikultur tidak hanya memperkuat proposisi nilai lingkungan dan sosial, tetapi juga meningkatkan kelayakan ekonomi dan ketahanan model bisnis dalam jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB