digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Abraham Satria Nugroho
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Sistem tata udara kereta api krusial untuk mengoptimalkan efisiensi energi sekaligus kenyamanan termal penumpang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai variasi konfigurasi Energy Recovery Ventilator (ERV) guna menghemat energi dan Hot Gas Reheat (HGR) untuk menurunkan kelembapan relatif udara pasokan. Pemilihan konfigurasi disesuaikan dengan klasifikasi jenis kereta api berdasarkan jarak tempuhnya, yaitu jarak jauh, jarak menengah, dan lokal. Model analitik dikembangkan pada Microsoft Excel berbasis hubungan psikrometrik, neraca massa dan energi, serta kapasitas penukar kalor unit pengolahan udara yang terintegrasi siklus kompresi uap pada beban ruangan konstan 20 kW. Simulasi mengkaji konfigurasi sederhana, ERV, HGR, dan kombinasi ERV-HGR menggunakan refrigeran R407C, R1234yf, dan R1234ze(E). Analisis pemilihan konfigurasi terbaik yang efektif dan efisien dilakukan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Substitusi R407C dengan R1234yf dan R1234ze(E) berturut-turut meningkatkan Coefficient of Performance (COP) sebesar 10,81% dan 18,04%, sekaligus menurunkan kebutuhan daya kompresor sebesar 9,67% dan 15,33%. Berdasarkan AHP, konfigurasi sederhana terbukti paling efektif untuk kereta api lokal, sedangkan konfigurasi ERV paling optimal untuk kereta api jarak menengah dan jarak jauh.