digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Aron Ananda Oka Sianturi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pertambangan dengan sistem tambang terbuka memiliki tantangan besar terkait potensi kegagalan lereng akibat penggalian yang curam. Oleh karena itu, perlunya analisis geoteknik untuk mencegah kelongsoran lereng. Penelitian yang berlokasi di lereng Pit Jaguar, bertujuan menentukan karakteristik massa batuan, menentukan potensi longsoran, menentukan nilai faktor keamanan, dan memberikan rekomendasi pada lereng kondisi tidak aman. Metode penelitian yang diaplikasikan meliputi pemetaan tali pindai, metode rock mass rating (RMR), metode kinematik, metode kesetimbangan batas, dan metode probabilistik. Untuk menunjang penelitian tersebut, data yang digunakan bersumber dari data primer dan sekunder. Data primer yang dikumpulkan langsung oleh penulis mencakup enam data titik tali pindai. Sementara itu, data sekunder yang didapatkan dari perusahaan mencakup data-data yang dibutuhkan dalam metode yang digunakan berupa data sifat fisik batuan, sifat mekanik batuan, desain rancangan tambang, serta topografi aktual pit. Dari hasil analisis klasifikasi massa batuan, ditemukan bahwa massa batuan tergolong ke dalam batuan menengah, dengan nilai bervariasi antara 53,36 sampai 59,33. Hasil analisis potensi longsoran menunjukkan bahwa longsoran yang berpotensi adalah longsoran bidang dan longsoran baji. Pemodelan lewat metode kesetimbangan batas menunjukkan bahwa lereng aktual dinilai aman, kecuali pada penampang lereng C-C’ saat kondisi airtanah jenuh total dengan FK statis 1,08 dan FK dinamis 1,04. Namun, pada desain rancangan tambang saat kondisi airtanah jenuh total, kondisi tidak aman terdapat pada penampang lereng A-A’ dengan FK statis 1,06 dan FK dinamis 1,01, serta penampang lereng B-B’ dengan FK statis 0,73 dan FK dinamis 0,70. Berdasarkan hasil tersebut maka diperlukan rekomendasi berupa modifikasi geometri pada desain rancangan tambang, yakni dengan menyesuaikan sudut lereng keseluruhan, sudut lereng tunggal, dimensi serta jumlah jenjang agar memenuhi standar keamanan pertambangan.