digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - ZEPANYA STEFAN JEREMI SITANGGANG
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kestabilan lereng merupakan aspek penting dalam kegiatan tambang terbuka, khususnya pada lereng highwall yang berfungsi sebagai supporting slope bagi ramp yang menghubungkan area pit dengan disposal. Sebagai lereng penyangga, kestabilan highwall berperan dalam mendukung keamanan dan keberlangsungan fungsi ramp, sehingga perubahan geometri akibat pengembangan tambang perlu dievaluasi untuk memastikan lereng tetap memenuhi kriteria kestabilan. Penelitian ini dilakukan pada highwall Pit Beo bagian selatan untuk mengevaluasi karakteristik massa batuan, potensi mekanisme keruntuhan, kestabilan lereng aktual dan desain, serta menentukan rekomendasi geometri yang dapat meningkatkan margin keamanan lereng. Karakterisasi massa batuan menggunakan Geological Strength Index (GSI) menunjukkan rentang nilai 41–50 pada batupasir, 31–35 pada batubara, dan 26–34 pada batulempung. Analisis kinematik menunjukkan mekanisme keruntuhan dominan berupa direct toppling. Evaluasi kestabilan menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dengan kriteria Mohr–Coulomb dan Generalized Hoek–Brown menunjukkan Faktor Keamanan (FK) lereng aktual sebesar 1,479 pada kondisi statis dan 1,211 pada kondisi dinamis, sedangkan lereng desain memiliki FK sebesar 1,218 dan 1,065. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya modifikasi geometri untuk meningkatkan margin keamanan dan mempertahankan fungsi supporting slope. Empat alternatif geometri dianalisis dan dibandingkan berdasarkan FK statis dan dinamis. Rekomendasi 1 dengan mengubah overall slope dari 32° menjadi 25° dan pelebaran masing-masing jenjang inter-ramp menjadi 12 meter, menghasilkan FK tertinggi sehingga dipilih sebagai alternatif geometri terbaik untuk meningkatkan kestabilan lereng.