Meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat telah secara signifikan meningkatkan permintaan
akan pusat kebugaran yang berfungsi sebagai tempat untuk berolahraga, belajar, mendapatkan
motivasi, dan mengekspresikan diri. Tren nasional ini sejalan dengan inisiatif pemerintah
Indonesia untuk mempromosikan kebugaran massal di kalangan masyarakat. Namun, Ajibarang
saat ini masih kekurangan pusat kebugaran komersial berkapasitas besar untuk memenuhi
permintaan pasar lokal. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial proyek pendirian tersebut
dengan menggunakan teknik penganggaran modal, seperti Discounted Payback Period, Net
Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR). Dengan investasi awal yang dibutuhkan
sebesar IDR 2,004,585,983.17, proyek ini menghasilkan NPV positif sebesar IDR
1.283.300.448,61, IRR sebesar 23,67%, keduanya melampaui ambang batas yang ditetapkan,
sementara Discounted Payback Period selama 6.27 tahun masih berada dalam kisaran industru
4-8 tahun, namun sedikit melebihi ekspektasi pemilik yang menginginkan kurang dari 6 tahun.
Untuk menilai risiko proyek, dilakukan simulasi Monte Carlo, yang menunjukkan probabilitas
NPV negatif sebesar 12,66%, sehingga memperlihatkan bahwa proyek ini tetap tangguh di tengah
ketidakpastian pasar. Berdasarkan indikator keuangan tersebut, proyek pusat kebugaran
komersial yang diusulkan di Ajibarang secara finansial layak dan menawarkan peluang investasi
yang menjanjikan bagi pemilik proyek.
Kata Kunci: Kebugaran, gym, olahraga, kelayakan finansial, capital budgeting, Payback
Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, analisis sensitivitas, simulasi Monte Carlo
Perpustakaan Digital ITB