Dugamasa Coffee Shop, sebuah usaha kedai kopi yang telah berjalan di Bandung, berencana
melakukan ekspansi dengan membuka cabang baru di kawasan Dago. Studi kelayakan ini diperlukan
untuk menentukan apakah ekspansi tersebut menguntungkan bagi usaha. Analisis terdiri atas dua
bagian utama, yaitu analisis pasar dan analisis finansial. Untuk analisis pasar, penulis menggunakan
PESTLE, Porter's Five Forces, SWOT dan TOWS, segmentation, targeting, dan positioning (STP),
penentuan ukuran pasar top down TAM, SAM, SOM, serta marketing mix (7Ps). Untuk analisis
finansial, penulis menggunakan arus kas capital budgeting, termasuk perhitungan Weighted Average
Cost of Capital (WACC) yang diestimasi dari parameter Damodaran, dan teknik capital budgeting
yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return, Payback Period, dan Profitability Index, selama
horizon sepuluh tahun. Biaya operasional diturunkan dari laporan laba rugi cabang existing bulan
April 2026 dan disesuaikan dengan skala cabang baru menggunakan cost scaling factor, dengan biaya
personalia diskalakan menurut rasio transaksi serta utilitas dan biaya operasional lain menurut rasio
luas bangunan. Karena lahan dimiliki oleh pemilik usaha, potensi pendapatan sewa yang hilang
dibebankan kepada proyek sebagai opportunity cost. Analisis pasar menunjukkan serviceable
available market sekitar 545.000 orang dan proyeksi pendapatan tahun pertama sekitar Rp 2,84 miliar
pada tingkat capture yang masih berada dalam kapasitas fisik cabang baru. Berdasarkan analisis
finansial, proyek menghasilkan net present value positif sekitar Rp 1,54 miliar, internal rate of return
sebesar 34,7 persen, profitability index sebesar 2,76, dan discounted payback period sekitar lima
tahun, yang menunjukkan bahwa ekspansi sebaiknya diterima. Kesimpulan kelayakan sensitif
terhadap capture rate dan tetap positif selama capture rate berada di atas titik impas sekitar 0,573
persen.
Kata kunci: Kedai Kopi; Studi Kelayakan; Capital Budgeting; Analisis Pasar; Ekspansi Usaha
Perpustakaan Digital ITB