digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 TS PP_Ayesha Ghaisani _19023104
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

PT XYZ merupakan penyedia layanan terkelola TIK di Indonesia yang mengalami penurunan bisnis Cloud Contact Center setelah kehilangan pelanggan utama yang menyumbang sekitar 80% pendapatan produk. Kondisi tersebut menyebabkan infrastruktur private cloud kurang dimanfaatkan, sementara perangkat kerasnya tidak lagi didukung oleh Platform Vendor. Penelitian ini membandingkan dua alternatif pengganti, yaitu New Hardware-Based Private Cloud Infrastructure dan Public Cloud Infrastructure. Analisis dilakukan menggunakan laporan keuangan pro forma periode 2027–2029, dengan 2026 sebagai Tahun 0, dalam siklus investasi infrastruktur selama tiga tahun. FCFF dan arus kas terminal didiskontokan menggunakan WACC proyek sebesar 13,67%. Kelayakan dinilai melalui NPV, IRR, PI, dan DPP, serta didukung oleh analisis sensitivitas dan simulasi Monte Carlo sebanyak 10.000 iterasi. Alternatif Private Cloud menghasilkan NPV negatif sebesar IDR 1.000,997 juta, IRR ?0,31%, dan PI 0,75x sehingga tidak layak secara finansial. Alternatif Public Cloud menghasilkan NPV IDR 511,19 juta, IRR 29,61%, PI 1,40x, dan DPP 2,62 tahun, dengan incremental NPV IDR 1.512,18 juta. Simulasi Monte Carlo menghasilkan expected NPV IDR 510,63 juta dan probabilitas NPV negatif sebesar 29,93%. Dengan demikian, Public Cloud Infrastructure direkomendasikan, dengan tetap memperhatikan pengendalian harga, biaya berdenominasi USD, biaya platform, dan realisasi pipeline penjualan.