Penentuan cadangan klaim yang akurat merupakan aspek krusial dalam mitigasi
risiko portofolio asuransi umum. Pada praktiknya, komponen kerugian seperti
klaim cedera dan klaim kerusakan kendaraan seringkali saling bergantung,
khususnya pada area kejadian ekstrem (tail-risk). Asumsi independensi memicu
bias estimasi: rentan menyebabkan kekurangan pencadangan (under-reserving)
yang mengancam solvabilitas, sekaligus berpotensi memicu kelebihan
pencadangan (over-reserving) jika dimitigasi secara arbitrer. Penelitian ini
bertujuan untuk memodelkan struktur kebergantungan bivariat asimetris
menggunakan pendekatan fungsi copula guna mengestimasi batas agregasi risiko
melalui metrik Value-at-Risk (VaR). Keterbatasan spesifikasi marjinal pada data
berekor tebal (heavy-tailed) diatasi melalui penerapan Historical Copula yang
diintegrasikan dengan keluarga Copula Archimedean. Berdasarkan evaluasi
terhadap 2.508 observasi klaim historis, terkonfirmasi eksistensi korelasi positif
(Kendall’s Tau ? = 0, 4397) dan probabilitas kebergantungan ekor atas (upper-tail
dependence) yang signifikan. Hasil kalibrasi parameter dengan Maximum
Likelihood Estimation (MLE) menyimpulkan bahwa Copula Gumbel (? = 1, 8090)
merupakan spesifikasi model terbaik di antara copula Gaussian, t-student, dan
keluarga Archimedean lainnya karena meminimalkan nilai kriteria informasi (AIC
dan BIC). Melalui komputasi simulasi Monte Carlo, agregasi risiko menggunakan
Copula Gumbel mengestimasi taksiran VaR sebesar 8.099,24 pada tingkat
kepercayaan 95% dan 29.495,96 pada tingkat 99%. Angka ini secara presisi
mengoreksi bias estimasi struktural dari asumsi independensi—yang memicu
over-reserving di tingkat 95% (8.567,15) namun berbalik menjadi under-reserving
fatal di tingkat 99% (26.074,59)—sekaligus konsisten mendekati realitas kerugian
empiris. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemodelan kebergantungan
terbukti lebih unggul dan akurat dibandingkan asumsi independensi dalam
memitigasi risiko defisit solvabilitas pada skenario klaim katastrofik, sekaligus
menjaga efisiensi permodalan.
Perpustakaan Digital ITB