ABSTRAK Rahma Laili Azizah [13322036]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Fenomena rolling noise akibat kontak roda-rel dan squeal noise di jalur lengkung merupakan kontributor kebisingan utama yang mengganggu kenyamanan akustik kabin kereta api modern. Di sisi lain, tren desain struktur ringan menuntut penggunaan kerangka lantai kereta berbasis panel ekstrusi aluminium. Meskipun ungguk secara struktural, panel ini memiliki kelemahan akustik. Rusuk diagonal internal pada lantai kreta akan bertindak sebagai jembatan struktural pada frekuensi menengah-tinggi, sementara udara dalam rongga memeicu resonansi MAM pada frekuensi rendah-menengah. Kompleksitas ini menjadikan nilai Sound Transmission Loss (STL) jatuh di bawah prediksi Hukum Massa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis pengaruh peredam pasif dan resonator terdistribusi untuk membuat desain alternatif lantai kereta yang optimal.
Penelitian ini dilakukan melalui pemodelan dan simulasi numerik berbasis metode elemen hingga untuk pemodelan kopel vibro-akustik pada domain frekuensi spektrum 1/3 oktaf rentang 125 Hz hingga 4000 Hz di bawah eksitasi medan akustik difus. Simulasi terkait penggunaan material berpori divariasikan berdasarkn resistivitas aliran udaranya. Penggunaan lapisan peredam divariasikan berdasarkan tingkat kekakuan, loss factor, dan ketebalan peredam. Sementara itu, parameter yang dikaji pada penggunaan resonator Helmholtz adalah massa akustik, hambatan akustik viskos, massa induktif leher resonator, dan kapasitansi pegas rongga. Tahap akhir penelitian difokuskan pada pemetaan respons seluruh variasi tersebut untuk merumuskan konfigurasi desain alternatif yang optimal.
Panel baseline memiliki indeks STC 41 dengan defisiensi terdalam pada frekuensi 250 Hz. Pengisian rockwool menjaga stabilitas STC di frekuensi tinggi melalui disipasi energi akustik rongga. Sementara itu, penggunaan lapisan peredam CLD pada pelat atas meredam getaran struktural, seingga menaikkan STC menjadi 42. Implementasi resonator terdistribusi mengangkat nilai STC pada frekuensi rendah-menengah dan mempertahankan nilai STC 42. Konfigurasi desain alternatif berupa pengisian rockwool, pelapisan CLD di pela tatas, dan resonator terdistribusi menghasilkan nilai STC 44.
?
Perpustakaan Digital ITB