digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Klorofil-a pada lamun Enhalus acoroides merupakan indikator sensitif terhadap kesehatan perairan. Perairan Sanur memiliki karakteristik lingkungan beragam, yang diwakili oleh Pantai Sindhu (wisata padat, subtrat berpasir), Pantai Karang (wisata tinggi, subtrat berbatu), dan Pantai Semawang (tenang). Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan klorofil-a dan pengaruh parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, DO). Penelitian dilakukan pada 14 – 17 Oktober 2025 saat surut terendah. Sampel daun diambil dengan metode transek garis sepanjang 120 m (interval 20 m) dan kuadrat 50×50 cm. Analisis klorofil-a menggunakan ekstraksi DMSO (70°C selama 24 jam) dan uji spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata klorofil-a sebesar 0,5851 mg/g. Kandungan tertinggi ditemukan di Pantai Semawang (0,5851 mg/g), diikuti Pantai Karang (0,5648 mg/g), dan terendah di Pantai Sindhu (0,5547 mg/g). Pola spasial menunjukkan kandungan klorofil-a tertinggi pada jarak 20 – 40 m dari garis pantai (0,60 mg/g) dan menurun pada 60 – 100 m (0,55 mg/g). Parameter kualitas air secara umum berada pada batas aman (suhu 31,1 – 31,6°C, salinitas 30 – 30,4 ppt, pH 8,22 – 8,25), namun kadar DO tergolong rendah (4,58 – 4,86 mg/L) terutama pada Pantai Sindhu. Dapat disimpulkan bahwa kandungan klorofil-a di Perairan Sanur berada pada kategori sedang-rendah, dengan Pantai Semawang sebagai lokasi terbaik, sedangkan Pantai Sindhu mengalami tekanan lingkungan akibat aktivitas wisata yang padat dan rendahnya kadar DO berkontribusi pada stres lamun.