Penggunaan aplikasi digital seperti Canva dalam kegiatan akademik meningkatkan
kebutuhan evaluasi usability yang efektif dan sesuai kondisi evaluasi. Individual
Usability Testing (IUT) dan Group Usability Testing (GUT) memiliki karakteristik
pelaksanaan dan keluaran yang berbeda, sehingga pemilihan metode yang tepat
menjadi krusial ketika waktu dan sumber daya evaluasi terbatas. Namun, belum
terdapat acuan objektif berbasis karakteristik empiris hasil pengujian untuk
menentukan metode yang sesuai dengan kondisi evaluasi tertentu. Penelitian ini
bertujuan membandingkan hasil evaluasi dan temuan usability IUT dan GUT pada
Canva, mengidentifikasi karakteristik pembeda, serta mengembangkan framework
pemilihan metode berdasarkan kesesuaian terhadap kebutuhan evaluasi usability.
Penelitian menggunakan desain between-subjects dengan 20 mahasiswa sebagai
partisipan. Sepuluh partisipan mengikuti IUT dengan protokol concurrent thinkaloud,
sedangkan sepuluh partisipan lainnya mengikuti GUT. Pengujian dilakukan
menggunakan 12 tugas pada Canva untuk pembuatan slide presentasi akademik.
Data yang dikumpulkan meliputi Task Success Rate, Time-Based Efficiency, skor
System Usability Scale (SUS), dan permasalahan usability. Data dianalisis
menggunakan pengujian statistik, analisis temuan, serta decision matrix berbasis
Simple Additive Weighting (SAW).
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada Task
Success Rate, Time-Based Efficiency, dan skor SUS antara IUT dan GUT.
Meskipun demikian, IUT membutuhkan waktu 109 menit 29 detik, sedangkan GUT
membutuhkan 21 menit 17 detik. IUT menghasilkan 14 usability problem dengan
enam unique issues, sedangkan GUT menghasilkan sembilan usability problem
dengan satu unique issue. Perbedaan ini menunjukkan IUT lebih unggul dalam
kedalaman dan variasi temuan, sedangkan GUT lebih unggul dalam efisiensi waktu
pelaksanaan. Berdasarkan perbandingan tersebut, disusun tiga kriteria kesesuaian
metode, yaitu keterbatasan waktu pelaksanaan, kebutuhan informasi individual, dan
kebutuhan cakupan temuan usability.
Framework dikembangkan menggunakan decision matrix dengan bobot kriteria
yang dapat disesuaikan oleh pengguna. Pada kondisi baseline, IUT memperoleh
nilai preferensi (V) sebesar 0,799, sedangkan GUT memperoleh nilai preferensi (V)
sebesar 0,666. Framework merekomendasikan GUT ketika keterbatasan waktu
pelaksanaan menjadi prioritas dominan, dan merekomendasikan IUT ketika
kebutuhan informasi individual atau cakupan temuan menjadi prioritas dominan.
Dengan demikian, framework dapat membantu evaluator memilih IUT atau GUT
berdasarkan karakteristik empiris dan kebutuhan evaluasi.
Perpustakaan Digital ITB