digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Edelyne Binedicta Purwanto. P
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Edelyne Binedicta Purwanto. P
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Edelyne Binedicta Purwanto. P
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Edelyne Binedicta Purwanto. P
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Edelyne Binedicta Purwanto. P
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Edelyne Binedicta Purwanto. P
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Metode penambangan block caving memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan material hasil runtuhan menuju drawpoint. Ketidakseragaman penarikan material antar-drawpoint dapat menyebabkan perbedaan effective draw dan kecepatan aliran yang berpotensi membentuk High Velocity Zone. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan drawing rate, effective draw, kecepatan aliran, shear rate, perubahan rheologi material basah, dan potensi external mud rush di PT XYZ, Provinsi Papua Tengah. Penelitian dilakukan menggunakan studi literatur, pengolahan data, serta pendekatan konseptual dan semi-kuantitatif. Pengolahan data dilakukan terhadap sepuluh drawpoint dengan membandingkan skema penarikan uniform dan differential tinggi pada enam skenario geometri Isolated Extraction Zone dan overlap antar-drawpoint. Volume aktual dihitung berdasarkan jumlah mucking, kapasitas bucket, dan fill factor, kemudian digunakan untuk menentukan effective draw, debit, kecepatan aliran, dan shear rate. Perubahan viskositas semu dianalisis menggunakan model rheologi Herschel–Bulkley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema differential tinggi menghasilkan lebar sebaran effective draw sebesar 4,62 kali dibandingkan skema uniform. Koefisien variasi kecepatan pada skema differential tinggi mencapai sekitar 43,9%, sedangkan pada skema uniform sekitar 6,9%, dengan perbedaan kecepatan terbesar terkonsentrasi pada pasangan DP-5 dan DP-6. Kondisi tersebut menghasilkan shear rate hingga 0,44021 day?¹ dan menurunkan viskositas semu material hingga 33,17 Pa·day pada Skenario 1. Hasil tersebut menunjukkan perilaku shear-thinning, yaitu peningkatan shear rate menyebabkan material basah menjadi lebih mudah mengalir. Pada kasus Grasberg Block Cave tanggal 8 September 2025, differential draw tinggi tidak dinyatakan sebagai penyebab tunggal kejadian external mud rush, tetapi dapat menjadi salah satu faktor operasional yang meningkatkan ketidakseragaman aliran dan mempercepat mobilisasi material basah apabila sumber lumpur serta jalur konektivitas telah tersedia.