digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Annisa Rezkya Adinda
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Fenomena urbanisasi yang berlangsung masif di wilayah perkotaan pesisir berpotensi memberikan tekanan terhadap ekosistem pesisir, khususnya hutan bakau yang memiliki peran peran penting dalam menyerap dan menyimpan karbon sebagai salah satu upaya dalam memitigasi perubahan iklim. Sebagai bagian dari wilayah ibu kota DKI Jakarta yang memiliki tingkat urbanisasi tinggi sekaligus wilayah yang memiliki ekosistem hutan bakau di pesisirnya, Jakarta Utara mengalami perkembangan perkotaan yang pesat dan menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan antara pembangunan dengan pelestarian ekosistem hutan bakau. Dalam hal ini, arah kebijakan tata ruang wilayah menjadi faktor penting bagi perkembangan kota sekaligus perlindungan kawasan pesisir. Namun, kajian yang mengintegrasikan analisis historis arah kebijakan tata ruang, dinamika urbanisasi, perubahan tutupan lahan hutan bakau, dan penyimpanan karbon di Jakarta Utara masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis dampak arah kebijakan tata raung wilayah terhadap dinamika urbanisasi, dampak urbanisasi terhadap perubahan tutupan lahan hutan bakau, serta mengestimasi penyimpanan karbon pada ekosistem hutan bakau di Jakarta Utara secara historis selama periode 1995 – 2025. Penelitian ini menggunakan mix method dengan desain concurrent triangulation. Analisis dilakukan melalui content analysis terhadap dokumen RTRW DKI Jakarta dan RTRW Jabodetabek-Punjur, analisis spasial menggunakan Google Earth Engine dan ArcGis Pro, analisis statistik deskriptif, serta pemodelan InVEST Carbon Storage and Sequestration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah kebijakan tata ruang wilayah DKI Jakarta mengalami perubahan orientasi pembangunan dari sektor industri menuju sektor jasa dan diarahkan untuk dapat menjadi seperti kota besar dunia. Arah pembangunan tersebut mendorong dinamika urbanisasi melalui pengembangan pusat-pusat kegiatan ekonomi, peningkatan aksesibilitas transportasi, serta penyediaan kawasan permukiman yang meningkatkan daya tarik Jakarta Utara sebagai tujuan migrasi. Dinamika urbanisasi selama periode 1995 – 2025 ditunjukkan oleh meningkatnya persentase lahan terbangun, kepadatan penduduk, dan kontribusi PDRB sektor tersier. Dinamika urbanisasi yang terjadi selamaviii periode tersebut berdampak pada berkurangnya luas tutupan lahan bakau. Namun, tidak terjadi secara masif. Meskipun pada periode 2005 – 2015 sempat mengalami konversi luas 70,56 Ha menjadi lahan terbangun, yang diidentifikasi menjadi lahan reklamasi, tetapi kemudian sejak tahun 2005 hingga 2025 luas hutan bakau mengalami peningkatan luas sebesar 105 Ha. Peningkatan tersebut dikarenakan adanya kegiatan penanaman kembali yang dilakukan oleh Komunitas setempat dan Pemerintah DKI Jakarta. Perubahan luas hutan bakau ini memengaruhi dinamika nilai penyimpanan karbon, di mana cadangan karbon ikut menurun pada periode 1995 – 2005 dari 267.389 ton C menjadi 212.143 ton C diakibatkan berkurangnya luas hutan bakau, kemudian kembali meningkat dari 212.143 ton C menjadi 289.487 ton C di tahun 2005 – 2025.