BAB 1 Revina Elisabeth Permata Sari
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Revina Elisabeth Permata Sari
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Revina Elisabeth Permata Sari
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Revina Elisabeth Permata Sari
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Revina Elisabeth Permata Sari
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Revina Elisabeth Permata Sari
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian ini membahas evaluasi hidrogeokimia pembentukan wet muck, material
penyumbat, dan ambang kritis akumulasi material basah pada insiden mud rush di
tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang terjadi pada 8 September
2025 dan melibatkan sekitar 800.000 ton material basah. Penelitian menggunakan
pendekatan hidrogeokimia kuantitatif berbasis data sekunder, seperti data XRD dan
XRF terhadap sepuluh sampel material, validasi SEM-EDS pada dua sampel
terpilih, serta data kimia air sekunder GBC. Analisis dilakukan melalui identifikasi
mineral penyumbat, perhitungan stoikiometri pembentukan gipsum, evaluasi
saturation index (SI), dan estimasi massa material penyumbat. Hasil XRD
menunjukkan dominasi mineral karbonat (dolomit dan kalsit, 52,43% - 89,10%)
disertai pirit (0,60% - 8,10%), kuarsa, serta mineral sekunder seperti gipsum,
polyhalite, dan mineral lempung. Validasi SEM-EDS digunakan untuk
mengevaluasi tekstur mikro dan komposisi unsur lokal pada sampel terpilih,
sehingga dapat memperkuat interpretasi mineral reaktif dan material penyumbat
yang diperoleh dari XRD-XRF. Hasil XRF menunjukkan Ca dominan (20,01%-
53,90%) dan S berkisar 0,70%-2,22%. Perhitungan stoikiometri menunjukkan S
sebagai limiting reagent pembentukan gipsum pada seluruh sampel, dengan
estimasi gipsum teoritis 37,81 - 119,22 kg/ton. Rata-rata fraksi halus mencapai
113,16 kg/ton, lebih tinggi dibandingkan fraksi fragmen sebesar 57,01 kg/ton,
dengan pengecualian sampel 8_fragmen_T60 yang memiliki nilai tertinggi sebesar
119,22 kg/ton akibat kandungan S tertinggi. Perhitungan saturation index terhadap
enam skenario air sekunder GBC menunjukkan SI gipsum -0,62 hingga 0,16, yaitu
kondisi belum jenuh hingga sedikit lewat jenuh, dengan skenario Heavy Sulphide
Zone dan Kali Diorite paling mendukung presipitasi. Ambang kritis pembentukan
wet muck dan mud rush dalam penelitian ini dipahami bukan sebagai satu nilai
tunggal, melainkan sebagai kondisi gabungan ketika fraksi halus >20% (<2 mm),
derajat kejenuhan >80%, estimasi gipsum >100 kg/ton, dan SI gipsum mendekati
atau melebihi nol terjadi secara bersamaan sehingga permeabilitas efektif menurun
dan kapasitas drainase tidak lagi mengimbangi akumulasi air dan material.
Kerangka indikator ini diharapkan menjadi dasar evaluasi awal risiko wet muck dan
mud rush pada sistem block caving.
Perpustakaan Digital ITB