Formasi Talang Akar merupakan salah satu reservoir utama di Cekungan Jawa Barat Utara yang tergolong sebagai low-quality reservoir akibat litologi batupasir–batulempung yang berselang-seling serta kondisi tekanan reservoir yang telah men-galami depletion. Untuk meningkatkan produktivitas Sumur “H” pada Lapangan “D”, diperlukan analisis geomekanik sebagai dasar perancangan hydraulic fractur-ing. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik tekanan formasi, sifat mekanik batuan, dan geometri rekahan optimum pada interval penelitian. Data yang digunakan meliputi Measurement/Logging While Drilling (M/LWD), Formation Tester While Drilling (FTWD), dan laporan pemboran. Analisis dilakukan melalui audit data, perhitungan overburden stress, pembentukan Normal Compaction Trend (NCT), estimasi pore pressure menggunakan metode Eaton (1975), perhitungan te-gangan horizontal, estimasi sifat mekanik batuan, serta simulasi desain hydraulic fracturing menggunakan model Pseudo-3D.
Hasil penelitian menunjukkan tekanan pori berkisar 7,2–8,3 ppg, lebih rendah dari gradien hidrostatik (8,33 ppg), sehingga mengindikasikan reservoir telah men-galami depletion. Nilai rata-rata Static Young's Modulus, Poisson's Ratio, dan Un-confined Compressive Strength (UCS) berturut-turut sebesar 0,4464 Mpsi, 0,3202, dan 1207,7 psi, yang menunjukkan batuan memiliki karakteristik mekanik yang mendukung pembentukan rekahan hidrolik. Simulasi menghasilkan fracture half-length sebesar 162,6 ft, fracture height sebesar 125,8 ft, lebar rata-rata rekahan 0,333 in, serta dimensionless fracture conductivity (FCD) sebesar 15,48, yang menunjukkan rekahan memiliki konduktivitas yang baik sebagai jalur aliran hidro-karbon menuju sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model geomekanik yang dibangun dapat digunakan sebagai dasar dalam perancangan stimulasi hydrau-lic fracturing pada reservoir Formasi Talang Akar yang telah mengalami depletion.
Perpustakaan Digital ITB