Sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kabupaten Manokwari masih menghadapi keterbatasan kapasitas pelayanan, sarana dan prasarana, serta belum optimalnya keterpaduan sistem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting, menentukan faktor prioritas dalam peningkatan pengelolaan sampah, serta merumuskan arah perbaikan pelayanan pada tahap pengumpulan dan pengangkutan. Penelitian dilakukan pada Distrik Manokwari Barat, Manokwari Timur, dan Manokwari Selatan melalui analisis timbulan, proyeksi kebutuhan pelayanan, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan volume sampah terukur sebesar 257,75 m³/hari dengan kesenjangan kapasitas pelayanan sebesar 98,35 m³/hari atau 27,62%. Proyeksi berdasarkan pertumbuhan penduduk menunjukkan peningkatan timbulan menjadi 311,00 m³/hari pada tahun 2035, sedangkan Model Khajuria menghasilkan skenario beban yang lebih tinggi. Hasil AHP menunjukkan aspek teknis sebagai prioritas dengan bobot 0,31, diikuti peran serta masyarakat sebesar 0,27, ekonomi sebesar 0,22, dan kelembagaan sebesar 0,20. Subkriteria prioritas meliputi kecukupan armada, kepatuhan terhadap jadwal dan lokasi pembuangan, kecukupan anggaran operasional, serta kejelasan pembagian tugas, tanggung jawab, dan wewenang. Uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok responden dalam penilaian keempat aspek. Peningkatan pengelolaan sampah diarahkan pada penguatan kapasitas armada dan TPS, peningkatan kepatuhan masyarakat, penguatan pembiayaan operasional, serta koordinasi dan pembagian kewenangan kelembagaan secara terpadu.
Perpustakaan Digital ITB