digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) masih menjadi salah satu permasalahan keselamatan kerja di industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor perilaku yang berkaitan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD, menganalisis pengaruh konstruk Theory of Planned Behavior (TPB) terhadap niat dan perilaku penggunaan APD, menentukan prioritas faktor menggunakan Fuzzy-Analytical Hierarchy Process (Fuzzy-AHP), serta merumuskan rekomendasi peningkatan kepatuhan APD di PT. X Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 90 pekerja divisi Cutting dan Washing sebagai responden dan enam pakar sebagai responden Fuzzy-AHP. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antarvariabel, serta Fuzzy-AHP untuk menentukan prioritas faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Attitude, Subjective Norm, dan Perceived Behavioral Control tidak berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention. Sementara itu, Behavioral Intention dan Perceived Behavioral Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Actual Behavior, sedangkan Knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude. Hasil Fuzzy-AHP menunjukkan bahwa Knowledge menjadi faktor prioritas tertinggi dengan bobot 0,421, diikuti Subjective Norm (0,231), Perceived Behavioral Control (0,175), dan Attitude (0,140). Temuan menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan perilaku keselamatan, sehingga peningkatan pengetahuan perlu didukung oleh penguatan safety culture, pengawasan yang konsisten, serta sistem kontrol perilaku. Strategi peningkatan kepatuhan APD perlu disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan pada divisi Cutting dan Washing melalui edukasi, pelatihan, pengawasan, dan penguatan mekanisme reward and punishment.