ANALISIS INTENSI MASYARAKAT PESISIR JAKARTA UTARA
UNTUK MENGGUNAKAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH
DOMESTIK
Oleh
Muhammad Daffa Hamiid
NIM: 25724006
(Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan
Sanitasi)
Permukiman kumuh di pesisir Jakarta Utara, khususnya Muara Angke (Zona 1 JSS, prioritas
jangka pendek) dan Kamal Muara (Zona 7 JSS, prioritas jangka panjang), menghadapi
permasalahan serius dalam pengelolaan air limbah domestik. Penelitian ini menganalisis
faktor psikologis yang memengaruhi intensi masyarakat pesisir menggunakan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), menggunakan Theory of Planned Behavior
(TPB) dengan tiga variabel prediktor diantaranya sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol
perilaku (PBC) yang diuji melalui PLS-SEM (SmartPLS) pada 100 responden di masingmasing lokasi. Hasil menunjukkan PBC dan norma subjektif berpengaruh positif signifikan
terhadap intensi di kedua wilayah, dengan PBC paling dominan (koefisien jalur 0,577 di
Kamal Muara dan 0,375 di Muara Angke), diikuti norma subjektif (0,310 dan 0,264). Sikap
tidak signifikan di kedua lokasi. Temuan ini menunjukkan bahwa niat masyarakat lebih
ditentukan oleh persepsi kemudahan akses fasilitas sanitasi dan tekanan norma sosial
dibandingkan keyakinan pribadi, dengan sumber norma sosial yang berbeda antar wilayah
(aturan pemerintah di Kamal Muara, tokoh RW di Muara Angke). Hasil ini diharapkan
menjadi dasar kebijakan sanitasi yang lebih tepat sasaran, khususnya percepatan infrastruktur
SPALD dan penguatan sosialisasi berbasis norma sosial.
Perpustakaan Digital ITB