Perubahan iklim yang terjadi berada dalam tahap yang cukup ekstrim hingga
mencapai kenaikan temperatur global 2°C. Emisi karbon berlebih merupakan salah
satu penyebab pemanasan global sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk
mengurangi emisi tersebut. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut
Teknologi Bandung (ITB) mendesain reaktor PeLUIt (Pembangkit Listrik dan Uap
Industri) sebagai salah satu upaya untuk mengurangi emisi karbon. Selain energi,
reaktor ini difungsikan sebagai fasilitas kogenerasi panas untuk keperluan industri.
Salah satu target reaktor ini adalah dapat menggantikan pembangkit listrik diesel di
daerah terpencil. Reaktor tipe High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR)
pebble bed ini dengan desain skala yang lebih kecil diharapakan dapat dibangun
dalam waktu yang relatif singkat dan ekonomis, sehingga sesuai untuk diterapkan
pada daerah-daerah terpencil yang memerlukan pasokan listrik, namun tetap
menghindari pembangkit listrik diesel untuk mengurangi emisi karbon yang mana
selaras dengan tujuan Net Zero Emission (NZE). Aspek keselamatan menjadi
penting dalam hal ini meskipun desain dari PeLUIt didasarkan pada reaktor yang
sudah berhasil beroperasi yaitu reaktor HTR-10 milik China. Salah satu aspek
keselamatan adalah fraction failure atau fraksi kegagalan bahan bakar. Penelitian
ini bertujuan untuk melihat seberapa besar failure fraction dalam geometri teras
yang dimodifikasi. Rasio H/D (perbandingan antara tinggi dan diameter teras
reaktor) yang digunakan adalah 0,9 untuk meminimalisir material fisil yang
dibutuhkan untuk mencapai kondisi kritis pada teras. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis fraksi kegagalan bahan bakar reaktor. Kode neutronik VSOP
(Very Superior Old Program) dan TRIAC-BATAN digunakan dalam penelitian ini
untuk perhitungan neutronik dan fraksi kegagalan bahan bakar. Volume teras
optimal yang didapatkan adalah 3,7 m3
dengan batas nilai burnup 41,58 MWd/kg-
HM. Dalam kondisi kecelakaan DLOFC (Depressurized Loss Of Forced Cooling),
temperatur bahan bakar berada dibawah ambang batas keselamatan 1600°C pada
seluruh volume teras yang ditinjau. Failure fraction bahan bakar juga masih berada
dibawah batas selamat (5,35×10-4), sedangkan untuk volume optimal 3,7 m3
nilainya adalah 2,33×10-4. Berdasarkan hasil yang didapat, reaktor PeLUIt memiliki
aspek keselamatan inheren yang baik dan mampu mempertahankan aspek
keselamatan dalam kondisi kecelakaan parah sekalipun.
Perpustakaan Digital ITB