digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perubahan iklim yang terjadi berada dalam tahap yang cukup ekstrim hingga mencapai kenaikan temperatur global 2°C. Emisi karbon berlebih merupakan salah satu penyebab pemanasan global sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi emisi tersebut. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mendesain reaktor PeLUIt (Pembangkit Listrik dan Uap Industri) sebagai salah satu upaya untuk mengurangi emisi karbon. Selain energi, reaktor ini difungsikan sebagai fasilitas kogenerasi panas untuk keperluan industri. Salah satu target reaktor ini adalah dapat menggantikan pembangkit listrik diesel di daerah terpencil. Reaktor tipe High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR) pebble bed ini dengan desain skala yang lebih kecil diharapakan dapat dibangun dalam waktu yang relatif singkat dan ekonomis, sehingga sesuai untuk diterapkan pada daerah-daerah terpencil yang memerlukan pasokan listrik, namun tetap menghindari pembangkit listrik diesel untuk mengurangi emisi karbon yang mana selaras dengan tujuan Net Zero Emission (NZE). Aspek keselamatan menjadi penting dalam hal ini meskipun desain dari PeLUIt didasarkan pada reaktor yang sudah berhasil beroperasi yaitu reaktor HTR-10 milik China. Salah satu aspek keselamatan adalah fraction failure atau fraksi kegagalan bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar failure fraction dalam geometri teras yang dimodifikasi. Rasio H/D (perbandingan antara tinggi dan diameter teras reaktor) yang digunakan adalah 0,9 untuk meminimalisir material fisil yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi kritis pada teras. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fraksi kegagalan bahan bakar reaktor. Kode neutronik VSOP (Very Superior Old Program) dan TRIAC-BATAN digunakan dalam penelitian ini untuk perhitungan neutronik dan fraksi kegagalan bahan bakar. Volume teras optimal yang didapatkan adalah 3,7 m3 dengan batas nilai burnup 41,58 MWd/kg- HM. Dalam kondisi kecelakaan DLOFC (Depressurized Loss Of Forced Cooling), temperatur bahan bakar berada dibawah ambang batas keselamatan 1600°C pada seluruh volume teras yang ditinjau. Failure fraction bahan bakar juga masih berada dibawah batas selamat (5,35×10-4), sedangkan untuk volume optimal 3,7 m3 nilainya adalah 2,33×10-4. Berdasarkan hasil yang didapat, reaktor PeLUIt memiliki aspek keselamatan inheren yang baik dan mampu mempertahankan aspek keselamatan dalam kondisi kecelakaan parah sekalipun.