digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Muhammad Fathih Rizieq
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem irigasi tetes berbasis data akuisisi iklim otomatis terhadap pertumbuhan dan akumulasi biomassa tanaman pakcoy (Brassica rapa L.), mengevaluasi efisiensi penggunaan air (water use efficiency/WUE), serta mengembangkan pemodelan matematis untuk memprediksi akumulasi biomassa tanaman. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membandingkan sistem irigasi tetes berbasis akuisisi data iklim otomatis menggunakan mikrokontroler ESP32 D1 Mini (volume pemberian air dinamis dikontrol berdasarkan data integrasi sensor lingkungan real- time dan data sekunder NASA-POWER DAV melalui pendekatan Penman- Monteith FAO-56 dan irigasi konvensional (penyiraman manual statis sebesar 300 mL · hari?1). Parameter pertumbuhan dievaluasi hingga akhir pengamatan (33 HST) menggunakan uji statistik t-test, serta dimodelkan polanya menggunakan pemrograman RStudio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes berbabis data akuisisi iklim otomatis berhasil menghemat total air sebesar 33,65% dengan rata-rata konsumsi harian 199 mL · tanaman?1 (total satu siklus budidaya, 6,37 mL · tanaman?1) dibandingkan irigasi konvensional dengan 300 mL · tanaman?1 konsumsi harian (total satu siklus budidaya 9,60 mL · tanaman?1). Analisis statistik t-test membuktikan bahwa seluruh parameter morfologi vegetatif visual, komponen biomassa basah dan kering tanaman, dan water use efficiency (WUE) berstatus tidak berbeda nyata (non-significant), menunjukkan kualitas pertumbuhan irigasi tetes tetap setara dengan konvensional. Meskipun demikian, irigasi tetes mencatat nilai numerik WUE pada biomassa tajuk yang lebih unggul (8,30 kg · m?3) dibanding konvensional (6,37 kg · m?3 ), namun secara statistik tidak berbeda signifikan (p > 0,05). Pemodelan matematis pertumbuhan biomassa tajuk tanaman berhasil dikembangkan secara akurat menggunakan Model Logistik dengan tingkat akurasi pada irigasi tetes sebesar R 2 = 0,997 dan irigasi konvensional sebesar R 2 = 0,985, sehingga mampu merepresentasikan pola pertumbuhan sigmoid (fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan cepat, dan fase kematangan) tanaman pakcoy dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem irigasi tetes berbasis data akusisi iklim otomatis mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa menyebabkan perbedaan signifikan pada pertumbuhan, biomassa, maupun WUE tanaman pakcoy. Integrasi ini berpotensi menjadi solusi teknologi irigasi presisi yang adaptif terhadap kondisi lingkungan dan keterbatasan air.