Kemacetan di gerbang tol masih menjadi permasalahan operasional yang penting
pada koridor jalan tol perkotaan, khususnya ketika volume kendaraan pada jam
puncak melampaui kapasitas pelayanan transaksi yang tersedia. Penelitian ini
mengevaluasi efektivitas penerapan Mobile Reader (MR) dan Single Line Free
Flow (SLFF) dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan kinerja transaksi di
Jalan Tol JORR-S, dengan lokasi penelitian di Gerbang Tol Ampera 1 dan Gerbang
Tol Cilandak Utama 2. Analisis dilakukan dengan membandingkan sistem E-Toll
eksisting, Mobile Reader, dan SLFF berdasarkan kinerja operasional, kondisi
antrean, kepuasan pengguna, dan efisiensi biaya. Data observasi pelayanan SLFF
berasal dari Ampera 2; SLFF belum tersedia di Cilandak. Laju SLFF digunakan
sebagai asumsi pada skenario kedua gerbang yang dievaluasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kuantitatif melalui observasi
lapangan, pengukuran waktu pelayanan, analisis volume lalu lintas jam puncak,
analisis antrean, survei kepuasan pengguna, serta evaluasi Total Cost of
Ownership (TCO). Waktu pelayanan dianalisis dengan memisahkan waktu
pendekatan, waktu transaksi, dan waktu keberangkatan kendaraan. Volume lalu
lintas jam puncak digunakan sebagai input tingkat kedatangan dalam model
antrean, sedangkan tingkat pelayanan dihitung berdasarkan kinerja transaksi hasil
observasi. Kepuasan pengguna diukur menggunakan data kuesioner yang
mencakup kecepatan transaksi, pengurangan antrean, keandalan sistem,
kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan kepuasan secara keseluruhan. Uji
reliabilitas dan validitas juga dilakukan untuk memastikan kualitas instrumen
survei.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu transaksi sistem E-Toll eksisting dan
Mobile Reader masih memenuhi target Standar Pelayanan Minimal. Namun, hasil
analisis antrean menunjukkan bahwa konfigurasi gardu eksisting pada kedua
gerbang tol berada dalam kondisi tidak stabil, dengan nilai utilisasi melebihi 1,00.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kedatangan kendaraan lebih besar
daripada kapasitas pelayanan yang tersedia sehingga panjang antrean dan waktu
tunggu secara teoretis akan terus bertambah selama periode jam puncak.
Berdasarkan kepuasan pengguna, SLFF memperoleh tingkat kepuasan pelanggan
tertinggi dibandingkan sistem E-Toll eksisting dan Mobile Reader. Responden yang
pernah menggunakan SLFF juga menunjukkan dukungan yang lebih kuat terhadap
penerapan sistem tersebut secara lebih luas. Dari sisi efisiensi biaya, analisis TCO
memberikan dasar tambahan untuk membandingkan kelayakan jangka panjang
masing-masing sistem transaksi tol. Sampel SLFF mencakup 21 pengamatan di
Ampera 2. Penghematan biaya masih bersyarat pada validasi pemeliharaan MR
dan realisasi pengurangan biaya petugas.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa SLFF memiliki potensi
paling kuat untuk meningkatkan kinerja gerbang tol karena dapat mengurangi
kebutuhan kendaraan untuk berhenti, meningkatkan persepsi pengguna terhadap
kualitas pelayanan, serta mendukung transformasi digital jangka panjang dalam
pengoperasian jalan tol. Mobile Reader dapat digunakan sebagai solusi transisi
untuk menangani antrean dalam jangka pendek. Namun, ketergantungannya pada
pengoperasian secara manual membatasi skalabilitasnya dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penerapan SLFF secara bertahap yang didukung oleh kesiapan
infrastruktur, sosialisasi kepada pengguna, keandalan sistem, dan penegakan
aturan yang memadai direkomendasikan sebagai arah strategis untuk
meningkatkan efisiensi transaksi di Jalan Tol JORR-S.
Perpustakaan Digital ITB