digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nasyabila Putri Ramadhanti
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada 3 November 2024 menghasilkan emisi sulfur dioksida (SO2) ke atmosfer yang selanjutnya mengalami proses transpor dan dispersi mengikuti kondisi meteorologi. Pengamatan satelit menunjukkan pola sebaran plume pascaerupsi, namun informasi mengenai perkembangan dispersi SO2 secara horizontal dan vertikal pada berbagai lapisan atmosfer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dispersi SO2 menggunakan model FLEXPART serta pengaruh depoisis kering terhadap pengurangan SO2 di atmosfer. Penelitian menggunakan data reanalisis ERA5, Sentinel-5P/TROPOMI, serta laporan erupsi dari Darwin VAAC. Simulasi transpor dan dispersi SO2 dilakukan menggunakan FLEXPART versi 11 dengan pendekatan Lagrangian dalam mode forward simulation. Hasil simulasi dianalisis secara horizontal dan vertikal serta dibandingkan dengan pengamatan Sentinel-5P/TROPOMI. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan arah angin secara vertikal menyebabkan perbedaan arah dispersi SO2 pada setiap lapisan atmosfer. Angin timuran mendominasi lapisan bawah hingga sekitar 8 km sehingga plume SO2 bergerak ke arah barat hingga barat laut. Sementara angin baratan mendominasi pada lapisan 8-12 km mengarahkan plume ke timur hingga tenggara. Perbandingan dengan observasi Sentinel-5P menunjukkan simulasi FLEXPART mampu merepresentasikan arah transpor plume, meskipun terdapat perbedaan pada bentuk plume dan distribusi spasial konsentrasi. Sementara itu, deposisi kering hanya mencapai 1,12% dari estimasi total massa SO2, menunjukkan bahwa proses transport dan dispersi atmosfer lebih dominan dalam menentukan distribusi SO2 selama periode erupsi dibandingkan deposisi kering.