digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - NATHANIEL SITUMORANG
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Alokasi dan pemanfaatan lajur pada jalan bebas hambatan multilajur menimbulkan heterogenitas kondisi arus lalu lintas yang tidak dapat ditangkap secara memadai oleh pendekatan pemodelan berbasis data agregat. Meskipun diagram fundamental telah banyak digunakan untuk analisis arus lalu lintas dan estimasi kapasitas, sebagian besar studi menggabungkan pengamatan dari seluruh lajur ke dalam satu aliran tunggal, sehingga mengaburkan perbedaan kinerja operasional antarlajur. Tugas akhir ini mengembangkan diagram fundamental pada ruas jalan tol tiga lajur dengan mengkalibrasi lima model makroskopis, terdiri dari tiga model single regime dan dua model multi-regime, yang diterapkan secara terpisah pada masing-masing lajur maupun pada konfigurasi agregat. Kinerja model dievaluasi menggunakan R², RMSE, dan MAPE, serta estimasi kapasitas dibandingkan antara konfigurasi per lajur dan agregat maupun terhadap nilai normatif Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Hasil analisis mengkonfirmasi perbedaan kecepatan dan arus yang signifikan secara statistik pada seluruh pasangan lajur yang berdekatan, menolak asumsi homogenitas lajur yang mendasari standar kapasitas jalan bebas hambatan Indonesia saat ini. Dari sisi kinerja model, tidak ada model single regime yang mampu secara bersamaan memenuhi boundary condition dan akurasi empiris, sementara model multi-regime Greenshields–Greenberg mengatasi keterbatasan ini dengan mencatat akurasi tertinggi di antara kelima model. Dari sisi kapasitas, estimasi per lajur secara konsisten melebihi estimasi agregat, dan seluruh model menghasilkan kapasitas empiris yang jauh di bawah nilai normatif PKJI 2023, mencerminkan keterbatasan standar normatif yang mengasumsikan kondisi geometrik ideal dan perilaku lalu lintas homogen yang tidak representatif terhadap kondisi aktual di lapangan.