digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pulau Sumatra termasuk salah satu pulau terbesar di Indonesia. Pulau ini merupakan salah satu wilayah dengan aktifitas tektonik yang aktif di dunia. Pulau Sumatra mengakomodasi tumbukan lempeng Indo-Australia yang men-subduksi lempeng Eurasia dengan kecepatan 5-6 cm/tahun. Salah satu gempa yang pernah terjadi di Pulau Sumatra akibat tumbukan kedua lempeng tersebut adalah gempa Sumatra-Andaman tahun 2004 dengan kekuatan M9.1 yang menyebabkan terjadinya tsunami. Pola deformasi dari gempa ini dapat diamati dengan melakukan pengamatan GPS (Global Positioning System). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu titik pengamatan GPS kontinu SuGAr (Sumatran GPS Array), AGNeSS (Aceh GPS Network for the Sumatran Fault System), dan BIG (Badan Informasi Geospasial) yang tersebar di Sumatra bagian utara. Dari hasil pengolahan data, vektor pergeseran titik-titik pengamatan GPS di Sumatra bagian utara cenderung bergerak ke arah barat daya yang mengindikasikan adanya pergeseran yang terjadi akibat gempa Sumatra-Andaman. Analisis yang dilakukan berfokus untuk menentukan nilai vektor pergeseran setiap stasiun dan menganalisis karakteristik deformasi afterslip. Sehingga diperoleh pergeseran terbesar yaitu pada stasiun pengamatan UMLH sebesar 123,7 cm menuju Barat Daya dan 97,1 cm ke arah Barat Daya untuk stasiun pengamatan ACEH. Hasil akhir dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa karakteristik deformasi afterslip gempa Sumatra-Andaman bersifat logaritmik dengan nilai standar deviasi sebesar 0.202 meter.