Longsoran yang berkembang menjadi aliran debris terjadi pada tiga lokasi di Jawa Barat pada tahun 2024, yaitu di Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman dan infrastruktur. Sebagai bagian dari upaya mitigasi, dilakukan analisis balik terhadap ketiga lokasi tersebut melalui pemodelan menggunakan perangkat lunak RAMMS::DEBRISFLOW. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengevaluasi distribusi aliran serta zona intensitas aliran debris, menganalisis sensitivitas parameter masukan terhadap performa model, dan mengidentifikasi karakteristik parameter friksi yang mengontrol dinamika aliran.
Metode penelitian meliputi observasi lapangan, pemrosesan citra drone, pengujian laboratorium tanah, dan simulasi numerik. Melalui pemodelan aliran debris, distribusi tebal aliran, kecepatan, momentum, dan tekanan impak pada setiap lokasi dapat diestimasi. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketiga lokasi termasuk dalam gerakan tanah skala menengah dengan kecepatan pergerakan yang tergolong ekstrim cepat. Evaluasi performa model secara 2D menunjukkan nilai performa model terbaik berada pada kisaran 0,66 hingga 0,83, yang mengindikasikan kemampuan model yang baik dalam mereplikasi pola sebaran aliran aktual. Analisis intensitas aliran debris menghasilkan zonasi bahaya tinggi, sedang, dan rendah, dengan seluruh bangunan terdampak berada pada zona intensitas tinggi.
Karakteristik parameter friksi pada tiap lokasi mengindikasikan tipe aliran yang berbeda, yaitu aliran debris berlumpur di Subang dan Bandung Barat serta aliran debris granular di Sukabumi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter ? (parameter gesekan basal) merupakan faktor paling berpengaruh terhadap performa model, diikuti oleh c (kohesi aliran), ? (parameter gesekan viscous-turbulent), dan ? (densitas aliran). Hubungan antara sifat geoteknik material dengan parameter friksi memperlihatkan bahwa kandungan butir halus dan kadar air berkorelasi negatif dengan ?, sementara kohesi berkorelasi positif dengan ?. Pengetahuan mengenai sifat fisik, mekanik, serta dinamika aliran yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi bahaya aliran debris pada wilayah penelitian maupun daerah dengan karakteristik material serupa.
Perpustakaan Digital ITB