Berdasarkan Teori Konservasi Sumber Daya (COR) dan Teori Ketidakcocokan Individu-Organisasi,
penelitian ini juga mengkaji peran struktural Status Kerja (Mahasiswa Perguruan Tinggi vs. Dewasa
yang Aktif Bekerja) untuk mengetahui apakah masuk ke pasar tenaga kerja merupakan prediktor
independen langsung terhadap kesejahteraan subjektif awal atau moderator batas bersyarat yang
mengubah cara nilai-nilai pribadi berhubungan dengan kepuasan hidup. Berdasarkan Teori Konservasi
Sumber Daya (COR) dan Teori Ketidakcocokan Individu-Organisasi, penelitian ini juga mengkaji peran
struktural Status Kerja (Mahasiswa Perguruan Tinggi vs. Dewasa yang Aktif Bekerja) untuk mengetahui
apakah masuk ke pasar tenaga kerja merupakan prediktor independen langsung terhadap kesejahteraan
subjektif awal atau moderator batas bersyarat yang mengubah cara nilai-nilai pribadi berhubungan
dengan kepuasan hidup.
Desain penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposif
(non-probabilitas), yang dilakukan di kawasan-kawasan utama pusat-pusat perkotaan di Indonesia. Data primer dikumpulkan melalui survei terstruktur daring, yang menghasilkan N = 111 tanggapan valid dari
mahasiswa perguruan tinggi dan profesional muda. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat
lunak Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), SmartPLS 4, untuk menentukan
koefisien jalur langsung, efek interaksi, dan daya penjelas model.
Kata kunci : Materialisme, Idealisme, Kepuasan Hidup, Status Pekerjaan, Teori Konservasi Sumber
Daya, Teori Ketidakcocokan Individu-Organisasi, PLS-SEM, Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB