COVER Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Silpi Amelia
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Pemilihan media tanam menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya pakcoy
menggunakan sistem vertical farming dengan irigasi tetes karena setiap media memiliki
karakteristik yang berbeda dalam mempertahankan bahan organik dan unsur hara.
Perbedaan karakteristik tersebut dapat menyebabkan perubahan kandungan C-organik dan
N-total selama proses budidaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan C-
organik dan N-total sebelum dan setelah budidaya serta menghitung neraca massa C-
organik dan N-total pada berbagai jenis media tanam dalam budidaya pakcoy (Brassica
rapa subsp. chinensis) menggunakan sistem vertical farming dengan irigasi tetes.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat
perlakuan media tanam, yaitu tanah (P1), pasir Malang (P2), arang sekam (P3), dan
cocopeat (P4), masing-masing dengan enam ulangan. Kandungan C-organik dan N-total
media dianalisis sebelum dan setelah satu siklus budidaya, kemudian data akhir dianalisis
menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik meningkat pada seluruh media. C-
organik tanah meningkat dari 0,45% menjadi 0,95%, pasir Malang dari 0,09% menjadi
0,21%, arang sekam dari 0,23% menjadi 2,90%, dan cocopeat dari 2,97% menjadi 5,87%.
Hasil uji BNJ 5% menunjukkan bahwa cocopeat memiliki kandungan C-organik akhir
tertinggi dan berbeda nyata dengan media lainnya, sedangkan tanah tidak berbeda nyata
dengan pasir Malang. Kandungan N-total tanah tetap sebesar 0,14%, sedangkan pasir
Malang meningkat dari 0,05% menjadi 0,07%, arang sekam dari 0,23% menjadi 0,41%,
dan cocopeat dari 0,54% menjadi 1,73%. Uji BNJ 5% menunjukkan bahwa cocopeat
memiliki N-total akhir tertinggi dan berbeda nyata dengan seluruh media lainnya. Hasil
analisis neraca massa menunjukkan bahwa pasir malang (P2) memiliki selisih antara input
dan output C-organik terkecil sebesar 5,98 g C, sedangkan arang sekam (P3) memiliki
selisih positif antara input dan output N-total terkecil sebesar 4,21 g N. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa setiap jenis media tanam memiliki pola distribusi C-organik dan N-
total yang berbeda selama satu siklus budidaya pakcoy.
Perpustakaan Digital ITB