digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Silpi Amelia
PUBLIC Open In Flipbook Tita Nursari

COVER Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Silpi Amelia
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

Pemilihan media tanam menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya pakcoy menggunakan sistem vertical farming dengan irigasi tetes karena setiap media memiliki karakteristik yang berbeda dalam mempertahankan bahan organik dan unsur hara. Perbedaan karakteristik tersebut dapat menyebabkan perubahan kandungan C-organik dan N-total selama proses budidaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan C- organik dan N-total sebelum dan setelah budidaya serta menghitung neraca massa C- organik dan N-total pada berbagai jenis media tanam dalam budidaya pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis) menggunakan sistem vertical farming dengan irigasi tetes. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan media tanam, yaitu tanah (P1), pasir Malang (P2), arang sekam (P3), dan cocopeat (P4), masing-masing dengan enam ulangan. Kandungan C-organik dan N-total media dianalisis sebelum dan setelah satu siklus budidaya, kemudian data akhir dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik meningkat pada seluruh media. C- organik tanah meningkat dari 0,45% menjadi 0,95%, pasir Malang dari 0,09% menjadi 0,21%, arang sekam dari 0,23% menjadi 2,90%, dan cocopeat dari 2,97% menjadi 5,87%. Hasil uji BNJ 5% menunjukkan bahwa cocopeat memiliki kandungan C-organik akhir tertinggi dan berbeda nyata dengan media lainnya, sedangkan tanah tidak berbeda nyata dengan pasir Malang. Kandungan N-total tanah tetap sebesar 0,14%, sedangkan pasir Malang meningkat dari 0,05% menjadi 0,07%, arang sekam dari 0,23% menjadi 0,41%, dan cocopeat dari 0,54% menjadi 1,73%. Uji BNJ 5% menunjukkan bahwa cocopeat memiliki N-total akhir tertinggi dan berbeda nyata dengan seluruh media lainnya. Hasil analisis neraca massa menunjukkan bahwa pasir malang (P2) memiliki selisih antara input dan output C-organik terkecil sebesar 5,98 g C, sedangkan arang sekam (P3) memiliki selisih positif antara input dan output N-total terkecil sebesar 4,21 g N. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap jenis media tanam memiliki pola distribusi C-organik dan N- total yang berbeda selama satu siklus budidaya pakcoy.