Sampah plastik di Indonesia telah mencapai angka lebih dari satu per sepuluh dari total
sampah yang diproduksi dewasa ini. Sedangkan di sisi lain tingkat penggunaan bahan
bakar cair di Indonesia terus mengalami peningkatan dan berbanding terbalik dengan
ketersediaan bahan bakar Indonesia yang semakin menipis. Untuk mengatasi kedua
masalah tersebut maka dibuat suatu pengolahan sampah yang akan menghasilkan
pengganti bahan bakar fosil, yaitu melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui potensi plastik LDPE dan PP dalam pengolahan secara pirolisis untuk
menghasilkan bahan bakar alternatif. Penelitian utama pada proses pirolisis
menggunakan campuran plastik LDPE dan PP dengan rasio 0 : 100, 30 : 70, 50 : 50, 70
: 30 dan 100 : 0. Pembakaran dilakukan pada temperatur 200 °C - 370 °C dengan waktu
2 jam menggunakan reaktor tipe batch. Pada proses pirolisis didapatkan bahwa minyak
terbanyak dihasilkan pada proses pirolisis LDPE dengan jumlah sebesar 215 g/kg (0,28
L/kg). Arang terbanyak dihasilkan oleh pirolisis plastik PP. Arang hasil pirolisis LDPE
dan PP memiliki potensi memiliki nilai kalor antara 29 MJ/kg hingga 47 MJ/kg, maka
dari itu arang tersebut sesuai untuk dijadikan bahan bakar padat alternatif. Minyak yang
dihasilkan memiliki kualitas yang bervariasi. Berdasarkan kuantitas, nilai kalor minyak
dan densitasnya yang memiliki kualitas serupa light heavy oil adalah minyak hasil
pirolisis LDPE saja. Sedangkan untuk gas, hasil yang didapat berfluktuatif pada variasi
yang dilakukan.
Perpustakaan Digital ITB