digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Analgesik merupakan salah satu obat yang digunakan secara umum di masyarakat, termasuk kelompok remaja. Maka dari itu pengetahuan dan pemahaman remaja terkait analgesik dinilai penting untuk menghindari terjadinya risiko penggunaan obat yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap siswa SMA terhadap penggunaan obat antinyeri, serta menganalisis asosiasi antara pengetahuan serta sikap siswa SMA di Kawasan Bandung Raya terkait penggunaan obat antinyeri. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Desember 2025 dengan menyebarkan kuesioner yang telah divalidasi. Didapatkan jumlah sampel minimal sebanyak 423. Dari total 474 responden yang mengisi kuesioner, sebanyak 22 tidak termasuk ke dalam kriteria inklusi, sehingga jumlah total responden yang dianalisis adalah 452 orang. Hasil menunjukkan sebanyak 69,91% responden berjenis kelamin perempuan, dan sebanyak 30,09% merupakan laki-laki. Rentang usia responden berkiast antara 15-19 tahun. Sebanyak 24,34% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan sebanyak 75,66% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. Sebanyak 97,79% responden memiliki sikap yang positif, dan sebanyak 2,21% memiliki sikap negatif. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan antara pengetahuan dengan sikap yang sangat lemah (r=0,029) dan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,536). Maka, tidak terdapat hubungan atau asosiasi antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswa SMA di Kawasan Bandung Raya terkait penggunaan antinyeri.