digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - AL KINDI BANUA
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Metode tambang terbuka yang diterapkan pada kekuatan batuan yang rendah berdampak pada potensi ketidakstabilan lereng yang cukup tinggi terutama pada lereng highwall Tambang Santosa. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya kerugian tambang, terlebih angka produksi dan aktivitas penambangan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng daerah penelitian dengan metode klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating (RMR), Q-slope, dan metode kesetimbangan batas. Data yang digunakan yaitu data survei diskontinuitas, sifat fisik dan mekanik, log bor, serta piezometer. Hasil observasi lapangan pada delapan titik lereng yang dianalisis (ST01–ST08) didapatkan litologi yaitu batupasir, batulanau, batulempung, dan batubara. Hasil perhitungan RMR menunjukkan titik ST01, ST02, ST03, ST04, ST06, ST07 memiliki nilai antara 61–68 dengan kelas II (good rock). Sedangkan titik ST05 dan ST08 memiliki nilai 60 dan 58 dengan kelas III (fair rock). Analisis kestabilan lereng dengan metode Q-slope menunjukkan nilai yang bervariasi antara 0,078– 0,656 dengan sudut kritis sebesar 43–61°. Hasil plot grafik Q-slope menyatakan bahwa dua titik yaitu ST03 dan ST05 tergolong dalam lereng tidak stabil, titik ST07 tergolong dalam kestabilan lereng tidak pasti, dan lima titik lainnya yaitu ST01, ST02, ST04, ST06, dan ST08 tergolong dalam lereng stabil. Analisis kestabilan lereng highwall dengan metode kesetimbangan batas menunjukkan satu lereng tidak stabil yaitu Penampang 2 dengan nilai faktor keamanan sebesar 1,29 pada kondisi statis, sedangkan pada kondisi dinamis Penampang 1, 3, dan 4 tergolong tidak stabil dengan nilai faktor keamanan masingmasing 1,04; 1,00; dan 1,04. Variasi ketinggian muka air tanah dilakukan pada setiap penampang lereng dengan lima skenario berbeda dalam kondisi statis dan dinamis. Hasil analisis menunjukkan hubungan yaitu keseluruhan lereng semakin mendekati tidak stabil ketika muka air tanah semakin mendekati permukaan.