Abstrak:
Ceratocystis paradoxa merupakan patogen yang merusak tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) dan tanaman salak (Salacca edulis Reinw.) di Indonesia. Karena tidak ada fungisida komersial dan cara pengendalian lainnya yang efektif terhadap patogen hi, maka dilakukan penelitian secara sistematis untuk mendapatkan mikroba yang berpotensi sebagai kontrol biologi terhadap C. paradoxa.
Dari hasil penelitian diperoleh tiga jenis mikroba yang berpotensi menghambat pertumbuhan patogen yaitu, Fusarium acuminatum Ell. et Everhart, Fusarium oxysporum Schlech. dan Pseudomonas stutzeri (Lehmann) Sijderius. Ketiga mikroba tersebut menghasilkan metabolit ekstraselular yang menghambat pertumbuhan dan sporulasi C. paradoxa. Senyawa protein dan nonprotein ekstraselular dipisahkan dengan ultrafiltrasi memakai membran polisulfon. Dari hasil pengujian didapat bahwa hanya metabolit nonprotein ekstra selular dari ketiga mikroba itu yang mampu menghambat pertumbuhan C. paradoxa.
Senyawa nonprotein yang dihasilkan oleh P. stutzeri yang diisolasi dari tanah lahar gunung Tangkuban Perahu, mempunyai kemampuan paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan C. paradoxa, sehingga hanya bakteri inilah yang diteliti lebih lanjut kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan C. paradoxa.
Dari hasil ekstraksi filtrat biakan bakteri dengan etil asetat diperoleh ekstrak kasar yang mampu menghambat pembentukkan spora dan pertumbuhan miselia patogen pada konsentrasi 500 ppm. Karen ekstrak kasar tersebut menghambat sintesa asam nukleat dan protein serta aktivitas enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase, suksinat dehidrogenase, pektinase dan selulase.
Dari ekstrak kasar, telah dipisahkan senyawa aktif dengan memakai kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom gel silika. Senyawa murni diperoleh memakai KCKT dengan eluen metanol/air (40:60) dan kolom Wakosil berukuran 4,6 x 200 mm, selanjutnya diuji kemampuannya menghambat pertumbuhan C. paradoxa. Kemurnian senyawa diuji memakai scanner TLC dan KCKT analitik. Struktur kimia senyawa aktif ditentukan dengan menggunakan spektroskopi ultraviolet, inframerah, massa dan resonansi magnet proton.
Perpustakaan Digital ITB