digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER - ALMIRA SIFAK FAUZIAH N.
PUBLIC Irwan Sofiyan

BAB 1 - ALMIRA SIFAK FAUZIAH N.
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - ALMIRA SIFAK FAUZIAH N.
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - ALMIRA SIFAK FAUZIAH N.
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - ALMIRA SIFAK FAUZIAH N.
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - ALMIRA SIFAK FAUZIAH N.
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA - ALMIRA SIFAK FAUZIAH N.
PUBLIC Irwan Sofiyan

Pengamatan bintik matahari dapat mengungkap pemahaman terkait aktivitas matahari. Bintik matahari umumnya muncul dalam grup bintik matahari yang terdiri dari beberapa bintik tunggal yang tergabung dalam satu luasan medan magnet yang sama. Aktivitas di lapisan bawah permukaan matahari dapat diselidiki melalui gerak diri dan perubahan luas bintik matahari. Keteraturan dari kemunculan bintik matahari dalam siklus 11 tahun juga memberikan informasi adanya perbedaan perilaku dalam setiap periode siklusnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gerak diri, luas, distribusi sebaran bintik matahari tunggal di hemisfer utara dan selatan matahari, kecepatan rotasi diferensial matahari pada siklus matahari minimum ke-24, dan posisi dan luas bintik matahari pada awal siklus matahari ke-25. Data bintik matahari diambil dari citra satelit Solar Dynamic Observatory (SDO) yaitu HMI Intensitygram dan AIA 1700 Å pada tahun 2018-2020 melalui perangkat lunak Jhelioviewer. Pengukuran luas bintik matahari menggunakan perangkat lunak ImageJ. Gerak diri bintik matahari tunggal dan rotasi diferensial matahari dilakukan dengan analisis regresi linear. Data awal siklus matahari ke-25 akan merujuk pada artikel referensi dan data magnetogram. Hasil penelitian ini yaitu histogram frekuensi kecepatan bujur dan lintang berturut-turut menunjukkan lebih banyak bintik yang bergerak ke arah barat (dalam arah bujur) dan ekuator (arah lintang). Ukuran luas bintik matahari tunggal pada siklus matahari minimum ke-24 dominan pada luas sebesar 1 juta hingga 50 juta km2. Analisis hubungan antara gerak diri dan luas bintik matahari tunggal tidak cukup untuk mendukung teori yang ada. Distribusi sebaran bintik matahari menunjukkan kemunculan bintik matahari paling sedikit pada tahun 2019. Kecepatan rotasi diferensial matahari mengikuti persamaan ????(????)=(0.03344±0.0099)+(?0.00103±0.00056)????????????2(????) °/jam. Data bintik matahari pada awal siklus matahari ke-25 menunjukkan posisi pada lintang tinggi yaitu lintang selatan -29.08° dan lintang utara, 27.37°.