digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam pengembangan Kereta Cepat Merah Putih (KCMP) peningkatan kualitas sistem keamanan menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan, terutama dalam menghadapi potensi kecelakaan atau tabrakan yang dapat berdampak buruk untuk penumpang dengan kata lain kereta harus memiliki desain yang laik tabrak. Salah satu peningkatan kualitas keselamatan yang akan dianalisis adalah kualitas struktur penyerap energi dari komponen Coupler, Crash Buffer, dan Anti-Climber dari sistem Crash Energy Management (CEM) pada KCMP. Kereta yang dilengkapi dengan sistem CEM akan mengelola energi tabrakan lebih efektif dan efisien daripada kereta api konvensional. Pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan numerik untuk uji laik tabrak dengan menggunakan metode elemen hingga untuk setiap komponen dari sitem CEM. Karakteristik penyerapan energi dari setiap komponen sistem CEM direpresentasikan dengan elemen spring dan damper. Dilakukan beberapa variasi parameter yaitu presentase pembebanan pada spring, besar konstanta damping untuk damper, jarak antar gerigi dari komponen anti-climber, dan posisi peletakan dari setiap komponen sistem CEM. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai konstanta damping akan berpengaruh pada gaya aktivasi dan kestabilan dalam penyerapan energi. Sedangkan, besar dari kekakuan spring atau dalam spring nonlinear berupa pendefinisian loading dan unloading dari kurva gaya-panjang deformasi tidak berpengaruh besar dalam besar penyerapan energi. Dari Uji Tabrak Satu gerbong didapatkan rata rata penyerapan energi tabrakan oleh sistem CEM yaitu berkisar pada 75-80% dari total energi yang diserap ketika tabrakan. Selain itu, model numerik pada penelitian ini sudah memenugi regulasi EN:15227 yaitu memiliki perlambatan maksimum 3.9 G dimana batas maksimum adalah 5G. Akan tetapi, belum memenuhi persyaratan lain dari regulasi yaitu masih terjadi perpindahan dalam arah vertikal lebih dari 100 mm.