digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ilham Rahadian Widyananda
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB1 ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB2 ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB3 ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB4 ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB5 ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB6 ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB7 ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA ILHAM RAHADIAN WIDYANANDA
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Bangunan Bintaro Community and Creative Center dirancang sebagai infrastruktur wadah kolaborasi ekonomi kreatif yang bertujuan mengatasi gejala gated community di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk merancang fondasi yang dapat memikul beban dari struktur serta merancang dinding penahan tanah untuk proses konstruksi galian basement. Fondasi yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu fondasi tiang pancang sedalam 22 meter dengan diameter 0,6 meter dan fondasi tiang bor sedalam 22 meter dengan diameter 0,8 meter. Perancangan fondasi dilakukan dengan melakukan analisis daya dukung aksial tiang tunggal dan grup, analisis kapasitas lateral tiang dengan bantuan perangkat lunak LPILE, analisis daya dukung lateral tiang grup dengan bantuan perangkat lunak GROUP, analisis penurunan dan beda penurunan fondasi, penulangan fondasi tiang bor dan pilecap, serta perancangan tie beam. Dirancang dua konfigurasi pilecap untuk bagian bangunan pada elevasi 0 meter serta tiga jenis konfigurasi pilecap untuk bagian basement pada elevasi -8 meter. Basement pada bangunan Bintaro Community and Creative Center terdiri dari 2 lantai dengan tinggi tiap lantai 4 meter sehingga dibutuhkan galian sedalam 8 meter. Dinding penahan tanah dengan perkuatan soil nailing dipilih dengan mempertimbangkan kondisi tanah serta metode konstruksi yang akan digunakan.. Analisis stabilitas tahapan galian dan stabilitas dinding penahan tanah soil nailing dilakukan dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D. Berdasarkan hasil analisis, dibutuhkan soil nailing dengan panjang 8 meter dengan diameter lubang bor 0,2 meter yang diperkuat dengan tulangan nail bar 29 milimeter. Penutup muka dirancang menggunakan dinding shotcrete setebal 0.1 meter yang diperkuat tulangan wiremesh. Dewatering sebelum galian dilakukan dengan metode wellpoint melalui 45 titik.