digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Dicko Luhut Fortune Nababan
Terbatas  Neneng
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Dicko Luhut Fortune Nababan
Terbatas  Neneng
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Dicko Luhut Fortune Nababan
Terbatas  Neneng
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Dicko Luhut Fortune Nababan
Terbatas  Neneng
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Dicko Luhut Fortune Nababan
Terbatas  Neneng
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Dicko Luhut Fortune Nababan
Terbatas  Neneng
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Dicko Luhut Fortune Nababan
Terbatas  Neneng
» Gedung UPT Perpustakaan

Sumber daya air merupakan salah satu unsur yang keberadaannya memiliki peranan penting bagi makhluk hidup yang ada di bumi. Namun saat ini keberadaan sumber daya air banyak yang tidak memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan air dan tidak mendukung ekosistem keanekaragaman hayati yang tangguh. Setiap tahun jumlah DAS kritis di Indonesia semakin meningkat dan kondisinya semakin memburuk, ditandai peningkatan DAS prioritas di Indonesia tiap tahun. Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikeruh Zona 4 merupakan bagian dari DAS Citarum Hulu yang terletak pada wilayah cekungan Bandung yang saat ini mengalami permasalahan hidrologi yang cukup serius terutama akibat adanya konversi lahan. Dalam memperbaiki permasalahan yang terdapat dalam suatu DAS, perlu dilakukan karakterisasi suatu sub DAS tersebut sehingga didapatkan bagaimana teknik pengendalian maupun pengelolaan hutan yang dapat diterapkan. Soil and Water Assessment Tools (SWAT) merupakan salah satu model yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik hidrologi DAS dan mensimulasikan tindakan menajemen pengelolaan yang dapat diterapkan dalam suatu DAS dalam jangka panjang. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi karakteristik biofisik Sub DAS Cikeruh Zona 4 menggunakan model hidrologi SWAT (Soil and Water Assessment Tools) dengan memadukan modifikasi indikator kesehatan ekosistem DAS menurut Peraturan Menteri Kehutanan P.61/Menhut-II/2014. Adapun karakteristik biofisik Sub DAS yang dianalisis adalah karakteristik lahan (persentase lahan kritis, persentase penutupan vegetasi, dan indeks erosi), hidrologi (KRA, KAT, muatan sedimen, banjir, dan IPA), dan pemanfaatan ruang wilayah (kawasan lindung dan kawasan budidaya). Dari hasil simulasi SWAT yang dilakukan diperoleh luas Sub DAS Cikeruh zona 4 sebesar 810,52 Ha yang terdiri atas 7 subbasin dan 96 HRU dengan outlet pada subbasin ketujuh. Setelah dilakukan hasil uji statistik dari model tersebut diperoleh nilai koefisien Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar 0,47 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,47 dimana nilai tersebut termasuk kedalam kategori yang iii memuaskan. Agar diperoleh nilai yang lebih baik lagi dan diperoleh bukti output model yang dihasilkan menggambarkan kondisi DAS yang sebenarnya, dilakukan proses kalibrasi dan validasi dengan menggunakan SUFI2.SWAT-CUP. Setelah proses kalibrasi diperoleh hasil nilai NSE sebesar 0,55 dan R2 sebesar 0,59 yang masih termasuk kedalam kategori memuaskan namun dengan nilai lebih baik; dan hasil validasi diperoleh nilai NSE sebesar 0,46 dan R2 sebesar 0,51 yang termasuk kedalam kategori memuaskan. Setelah kalibrasi dan validasi, maka dilakukan identifikasi karakter biofisik Sub-DAS Cikeruh zona 4 dan diperoleh hasil karakteristik lahan kritis relatif sangat rendah, penutupan vegetasi relatif sangat buruk, indeks erosi sangat tinggi, KRA relative tinggi, KAT sangat tinggi, muatan sedimen sedang, banjir relatif tinggi, IPA buruk, kawasan lindung sangat baik, dan kawasan budidaya sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis karakterisitik tersebut dilakukan perhitungan daya dukung DAS, dimana Sub DAS Cikeruh Zona 4 secara umum termasuk kedalam kategori sedang pada seluruh subbasin, namun pada subbasin kedua termasuk kedalam kategori buruk. Sehingga dilakukan skenario perubahan penggunaan lahan untuk memperoleh hasil model penggunaan lahan optimum maupun lebih baik, yang terdiri atas perubahan lahan dari sawah ke hutan sebanyak 20% dan perkebunan ke hutan sebanyak 30%. Dari kedua skenario yang dilakukan, hasil terbaik dan efektif dalam memperbaiki permasalahan di Sub DAS Cikeruh Zona 4 adalah sawah ke hutan sebanyak 20%, dimana pada subbasin 1,3,4, dan 7 daya dukung DAS-nya berubah dari kategori sedang menjadi baik dan pada subbasin 2 daya dukung DAS-nya berubah dari kategori buruk menjadi sedang.