digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Rafi Hanif Yuditama
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Rafi Hanif Yuditama
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Rafi Hanif Yuditama
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Rafi Hanif Yuditama
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Rafi Hanif Yuditama
PUBLIC Roosalina Vanina Viyazza


Pandemi COVID-19 telah memiliki dampak luar biasa pada semua sektor bisnis, termasuk industri kesehatan. Hal ini tentunya menciptakan stigma negatif terhadap rumah sakit dan telah menyebabkan pengalaman yang menakutkan saat mengunjungi mereka. COVID-19 juga telah mengubah strategi pemasaran rumah sakit dari metode offline menjadi metode online. Rumah Sakit Premier Bintaro adalah sebuah rumah sakit swasta yang terletak di South Tangerang, yang menawarkan layanan yang sangat baik seperti Pusat Ortopedi, Pusat Tulang Belakang, Pusat Vaskular, Pusat Stroke, dan Arthroplasty. Menurut data internal dari Rumah Sakit Premier Bintaro, jumlah kunjungan pasien telah mengalami penurunan selama pandemi COVID-19, dan jumlah kunjungan belum kembali ke level sebelum pandemi. Untuk mengatasi masalah ini, riset ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif melibatkan observasi dan wawancara selama proses imersi bisnis. Metode kuantitatif melibatkan kuesioner dengan 162 responden. Riset ini menganalisis masalah bisnis menggunakan faktor internal dan eksternal. Faktor internal dianalisis menggunakan analisis STP, analisis marketing mix 7P, dan analisis VRIO. Faktor eksternal dianalisis menggunakan analisis PESTLE, analisis pesaing, dan analisis pelanggan. Kombinasi dari faktor-faktor ini menghasilkan analisis SWOT untuk Rumah Sakit Premier Bintaro. Solusi bisnis yang diusulkan untuk masalah ini adalah dengan menerapkan strategi menggunakan strategi STP baru, strategi komunikasi pemasaran terpadu, dan strategi media sosial. Semua strategi sejalan dengan tujuan yang diinginkan oleh Rumah Sakit Premier Bintaro untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien mereka pasca pandemi COVID-19.