digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB1 Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB2 Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB3 Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB4 Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB5 Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB6 Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB7 Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Vinsi Nurlita Agustin
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Active Galactic Nuclei (AGNs) adalah inti galaksi yang sangat aktif dalam menghasilkan energi yang sangat besar. AGN dapat memiliki jet dan biasa dikenal dengan jetted-AGN, salah satunya adalah blazar. Terdapat sejumlah blazar yang diduga memiliki supermassive black hole ganda di pusatnya atau supermassive binary black hole (SBBH). Sifat kegandaan tersebut diindikasikan dari periodisitas pada kurva cahaya, variasi dari polarisasi optik, atau adanya variabilitas spektrum. Pada rentang sinar-X, spektrum blazar umumnya didominasi oleh radiasi yang berasal dari jet. Namun, jika blazar tersebut merupakan SBBH, maka akan terdapat efek interaksi kedua supermassive black hole tersebut yang diharapkan dapat teramati, setidaknya pada salah satu rentang spektrum. Tujuan Tugas Akhir ini adalah: 1) Mempelajari karakteristik pengamatan blazar kandidat supermassive binary black hole, khususnya blazar MKN 501 dan 3C 279; 2) mempelajari variabilitas spektrum sinar-X untuk MKN 501 dan 3C 279 menggunakan data misi NuSTAR serta; 3) mempelajari indikasi keberadaan supermassive binary black hole berdasarkan analisis spektrum sinar-X NuSTAR untuk MKN 501 dan 3C 279. Untuk mencapai ketiga tujuan tersebut dilakukan pengolahan data pengamatan misi NuSTAR pada seluruh pengamatan yang dapat diolah. Data pengamatan kemudian dianalisis berdasarkan fitur pada kurva cahaya, hardness intensity diagram, dan spektrum sinar-X. Model spektrum yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu powerlaw dan log parabola yang merupakan model sederhana yang biasa digunakan untuk memodelkan radiasi non-termal pada sinar-X. Model yang digunakan tersebut cocok secara statistik. Dengan spektrum sinar-X NuSTAR dan tidak didapati adanya komponen tambahan selain dari komponen radiasi utama blazar pada umumnya. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan indikasi interaksi antar supermassive black hole pada kedua objek kajian Tugas Akhir ini. Namun perlu dilakukan kajian lanjutan mengingat keterbatasan data sinar-X yang tersedia saat ini.