2007 TS PP MIRA YOSI 1-BAB1.pdf
2007 TS PP MIRA YOSI 1-BAB2.pdf
2007 TS PP MIRA YOSI 1-BAB3.pdf
2007 TS PP MIRA YOSI 1-BAB4.pdf
2007 TS PP MIRA YOSI 1-COVER.pdf
2007 TS PP MIRA YOSI 1-PUSTAKA.pdf
ABSTRAK:
Doppler Current Profiler) serta mengetahui dinamika material suspensi dan mnghubungkannya dengan pola arah dan kecepatan arus pada saat spring. Pengambilan data arus dilakukan pada lintasan pada lintasan (transek) memotong mulut sungai untuk melihat dinamika arus Barat-Timur dan memanjang mulut sungai untuk melihat dinamika arus Utara-Selatan. Data divisualisasikan secara
dua-dimensi untuk setiap transek yang memanjang dan memotong mulut sungai. Interpretasi kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi evolusi spasial dan temporal, yaitu melihat perubahan kekuatan dan arah arus terhadap jarak dan kedalaman serta terhadap waktu selama fase surut. Data pasut, kedalaman dasar laut dan contoh sedimen dasar laut juga diambil untuk mendukung analisis. Hasil yang diperoleh memperlihatkan kecepatan arus pada lintasan yang memotong sungai rata-rata 0.143 m/dtk, relatif lebih besar dari lintasan yang memanjang mulut sungai, yaitu 0.117 m/dtk dengan arah arus dominan ke Utara. Konsentrasi material suspensi relatif besar pada waktu surut minimum, yang berhubungan dengan meningkatnya kecepatan arus, dengan rata-rata 0.149 kg/m3 untuk lintasan yang memotong mulut sungai dan 0.047 kg/m3 untuk lintasan yang memanjang mulut sungai. Laju angkutan material suspensi relatif lebih besar di bagian Utara yang berhubungan dengan tingginya konsentrasi material suspensi bagian Utara serta kecepatan arus yang relatif lebih besar. Laju angkutan material suspensi untuk lintasan memotong mulut sungai rata-rata 0.022 kg/m2dtk, sedangkan lintasan yang memanjang mulut sungai rata-rata 0.006 kg/m2dtk. Pola kontur dan sebaran besar butir sedimen pada delta sungai memperkuat analisis bahwa arus dominan yang mengontrol deposisi sedimen dan morfologi dasar laut di Perairan yang dikaji berarah dari Selatan ke Utara.
Perpustakaan Digital ITB