digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2007 TA PP AMRAN LESMANA 1-COVER.pdf

File tidak tersedia

2007 TA PP AMRAN LESMANA 1-BAB 1.pdf
File tidak tersedia

2007 TA PP AMRAN LESMANA 1-BAB 2.pdf
File tidak tersedia

2007 TA PP AMRAN LESMANA 1-BAB 3.pdf
File tidak tersedia

2007 TA PP AMRAN LESMANA 1-BAB 4.pdf
File tidak tersedia

2007 TA PP AMRAN LESMANA 1-BAB 5.pdf
File tidak tersedia

2007 TA PP AMRAN LESMANA 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia

ABSTRAK: Cerium merupakan unsur tanah jarang yang banyak digunakan dalam industri seperti industri keramik, katalis, polishing agent, luminesen, dan material elektrolit padat. Salah satu sumber cerium adalah monasit dengan kandungan cerium sekitar 22-25 % berat monasit. Pada penelitian ini diisolasi cerium dari mineral Monasit Bangka dengan Teknik Solvent Impregnated Resin (SIR). Eluat yang dihasilkan, selanjutnya diendapkan sebagai garam cerium oksalat (Ce2(C2O4)3.nH2O) dan dikalsinasi menjadi cerium oksida. Ce2(C2O4)3.nH2O disintesis menggunakan metode pengendapan dengan penambahan larutan asam oksalat pada temperatur ruang dan temperatur 50 oC. Kalsinasi pembentukan oksida dilakukan pada temperatur 400 oC selama 24 jam. Karakterisasi produk yang dihasilkan dilakukan dengan analisis termal (TG/DTA) dan analisis pola difraksi sinar-X. Cerium oksalat yang diperoleh melalui pemanasan 50 oC terlebih dahulu memberikan hasil yang lebih murni dibandingkan dengan sintesis yang dilakukan pada temperatur ruang. Cerium oksida yang diperoleh juga menunjukkan hasil dengan kemurnian yang tinggi. Optimasi kondisi sintesis cerium oksalat dilakukan pula untuk mendapatkan oksida dengan homogenitas dan kemurnian tinggi.