Pesta Rakyat Dari ITB untuk Rakyat.pdf
ABSTRAK:Hujan baru saja selesai ketika seseorang bicara dari pengeras suara tentang Indonesia yang sakit. Si pemilik suara itu berkali-kali meneriakkan slogan-slogan dan teriakan, "Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...!" dan "Merdeka!" Kata-kata itu menjadi lantunan salam pembuka sebuah mimbar bebas, mimbar orasi politik mahasiswa.SATU per satu orang naik mimbar, mereka membicarakan kondisi bangsa yang jatuh sakit dililit utang seribu triliun lebih. Ada Bunda Niken yang bicara dari sisi nasib anak jalanan. Artis Franky Sahilatua yang melantunkan lagu-lagu bertema kemiskinan. Dan tak ketinggalan, Asisten Daerah Pemprov Jawa Barat yang mengeluhkan kemandekan pertumbuhan indeks kualitas sumber daya manusia.Mimbar bebas yang bertajuk "Dari ITB untuk Rakyat" itu dihadiri segelintir mahasiswa yang bernaung di bawah tenda biru seluas seperempat lapangan basket. Jumlah mereka tak lebih besar dari dua puluh orang. Sementara massa dari kalangan masyarakat awam tak tampak menonjol. Padahal, lokasi mimbar sengaja mengambil tempat di kawasan kaki lima Gelap Nyawang. Kondisi seret pengunjung pun menimpa deretan stan pameran produk dari unit usaha kecil dan menengah (UKM) Bandung. Di pameran ini tersedia macam-macam kebutuhan sekunder macam hiasan, ukiran patung, buku-buku, dan pakaian. Bukan untung diraih, tapi banjir yang didapat. Kira-kira demikian kondisi stan saat hujan deras turun akhir pekan lalu. Karena lokasi di samping taman Ganesha punya jalur menurun, arus air membasahi dagangan yang digelar di atas aspal....
Perpustakaan Digital ITB