COVER Ade Hilmy Maulana Achzab
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ade Hilmy Maulana Achzab
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ade Hilmy Maulana Achzab
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ade Hilmy Maulana Achzab
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ade Hilmy Maulana Achzab
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ade Hilmy Maulana Achzab
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ade Hilmy Maulana Achzab
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Tujuan penelitian tugas sarjana ini adalah untuk mempelajari hubungan variasi sudut
kemiringan dan variasi kecepatan putar terhadap kinerja turbin ulir tunggal serta menentukan
kinerja turbin maksimal. Dalam penelitian tugas sarjana ini, kondisi operasi turbin ulir
tunggal terendam seluruhnya di dalam air yang mengalir. Adapun debit yang masuk ke dalam
turbin bergantung kepada sudut kemiringan turbin tersebut. Nilai debit maksimum adalah 1,4
l/s, pada saat turbin dalam posisi horizontal.
Perhitungan komputasi dinamika fluida pada model turbin ulir tunggal STTNAS
Yogyakarta dilakukan untuk menyimulasikan dan mengestimasikan nilai tekanan rata-rata,
kecepatan air rata-rata pada inlet dan outlet, dan torsi menggunakan ANSYS Fluent. Debit
air yang digunakan adalah 1,37 l/s pada sudut kemiringan 10°, 1,268 l/s pada sudut
kemiringan 25°, dan 0,9899 l/s pada sudut kemiringan 45°, serta kecepatan putar yang diatur
pada 10 rad/s, 17 rad/s, dan 24 rad/s. Model turbulensi k-? STT dipilih sebagai model
turbulensi yang paling baik pada simulasi ini. Simulasi dilakukan untuk setiap sudut
kemiringan dan kecepatan putar.
Dalam batas daerah kerja yang disimulasikan, penambahan kemiringan turbin
menurunkan kinerja turbin. Pada kecepatan putar 10 rad/s dengan kemiringan 10°, 25°, dan
45°, berturut-turut nilai torsi 0,12 N.m, 0,1 N.m, dan 0,071 N.m, dengan daya keluaran 1,208
W, 1,04 W, dan 0,71 W, sserta efisiensi 18,94%, 15,84%, dan 13,38%. Selain itu,
penambahan kecepatan putar justru meningkatkan kinerja turbin. Pada sudut kemiringan 10°
dengan kecepatan putar 10 rad/s, 17 rad/s, dan 24 rad/s, berturut-turut nilai torsi 0,12 N.m,
0,16 N.m, dan 0,194 N.m, dengan daya keluaran 1,21 W, 2,63 W, dan 4,656 W, serta efisiensi
18,94%, 33,71%, dan 49,12%. Nilai torsi, daya keluaran, dan efisiensi maksimum terjadi
pada kondisi operasi sudut kemiringan 10° dengan kecepatan putar 24 rad/s. Adapun nilai
torsi, daya keluaran, dan efisiensi maksimum masing-masing 0,194 N.m, 4,656 W, dan
49,12%.
Perpustakaan Digital ITB