Biaya premi adalah penentu dari bisnis asuransi. Besar biaya premi biasanya
mempengaruhi bertahan atau tidaknya suatu perusahaan asuransi. Frekuensi klaim
dan tingkat keparahan klaim adalah dua komponen utama yang akan mempengaruhi
biaya premi. Metode Generalized Linear Models (GLM) telah digunakan dalam
berbagai kasus asuransi untuk memprediksi frekuensi klaim. Namun, GLM
memiliki beberapa kekurangan yang membuat hasil estimasi tidak akurat.
Pemodelan inilah yang dapat diatasi dengan menggunakan Generalized Linear
Mixed Model (GLMM). Penelitian ini menunjukkan bahwa GLMM juga dapat
digunakan untuk memodelkan frekuensi klaim. GLMM memiliki spatial random
effect yang dapat dimodelkan dengan menggunakan model Conditional
Autoregressive (CAR) yang bersifat multivariate normal. Hal ini dapat
memberikan kemungkinan didapatkannya hasil, baik yang bernilai negatif maupun
positif, sesuai efek spasial tersebut. Efek spasial yang digunakan untuk menentukan
frekuensi klaim tersebut ditentukan berdasarkan model CAR yang dihasilkan.
Parameter yang tidak diketahui akan di-estimasi dengan menggunakan paket library
yang terdapat pada aplikasi R. Berdasarkan hasil estimasi tersebut, frekuensi klaim
dan tingkat keparahan klaim dapat disimulasikan dan diaplikasikan untuk
menghitung nilai premi yang tepat untuk kasus COVID-19. Simulasi untuk
frekuensi klaim dengan efek spasial random memiliki premium murni yang lebih
baik dibandingkan dengan frekuensi klaim tanpa efek spasial.
Perpustakaan Digital ITB